KINERJA BERAHI PADA SAPI ACEH YANG MENGALAMI SINKRONISASI BERBASIS GNRH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KINERJA BERAHI PADA SAPI ACEH YANG MENGALAMI SINKRONISASI BERBASIS GNRH


Pengarang

RIYANDARA KUSUMA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1102101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek sinkronisasi dengan metode ovsynch terhadap kinerja berahi sapi aceh. Dalam penelitian ini digunakan adalah 20 ekor sapi aceh betina yang dibagi atas dua kelompok. Kriteria sapi yang digunakan adalah umur 5-8 tahun, mempunyai bobot badan 150-250 kg, sehat secara klinis, dan telah mengalami minimal dua kali siklus regular. Pada kelompok I (KI) sapi disinkronisasi berahi dilakukan dengan menggunakan PGF2? sebanyak 5 mg/ml secara intramuskular. Pada kelompok II (KII) sapi disinkronisasi dengan menggunakan protokol ovsynch. Pengamatan berahi setelah sinkronisasi dilakukan 3 kali sehari secara visual yakni pada jam 08.00, 12.00, dan 16.00 WIB. Penilaian intensitas berahi dengan metode skoring berdasarkan kriteria yang dibuat oleh Sonmez dkk. (2005). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas; onset; dan durasi berahi pada KI vs KII masing-masing adalah 4,40±1,07 vs 4,70±0,67; 38,50±12,81 vs 31,56±22,40 jam; dan 40,00±30,16 vs 22,67±20,88 jam. Disimpulkan bahwa sinkronisasi berahi metode ovsynch tidak memengaruhi intensitas, onset, dan durasi berahi sapi aceh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK