PENGARUH PENGGUNAAAN BETON RINGAN PADA DINDING DAN PLAT LANTAI TERHADAP BERAT STRUKTUR PORTAL BAJA PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT LIMA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAAN BETON RINGAN PADA DINDING DAN PLAT LANTAI TERHADAP BERAT STRUKTUR PORTAL BAJA PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT LIMA


Pengarang

Irwan Ginanjar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0904101010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Semua struktur bangunan harus mampu menahan gaya-gaya vertikal (beban gravitasi) maupun gaya-gaya horizontal (beban gempa). Penggunaan material beton ringan busa pada konstruksi gedung sangatlah cocok karena dapat mengurangi massa bangunan, sehingga dapat mengurangi gaya gempa pada bangunan tersebut. Struktur baja merupakan salah satu alternatif bahan struktur utama yang paling sering digunakan untuk gedung tingkat tinggi. Dalam perkembangan dunia konstruksi, beton ringan banyak dipilih dalam pekerjaan konstruksi karena mudah dibentuk, mudah dalam pemasangan serta beratnya yang lebih ringan di bandingkan dengan beton konvensional yang biasa digunakan. Salah satu jenis beton ringan yang banyak digunakan adalah beton busa (foamed concrete). Pada perencanaan ini direncanakan sebuah gedung bertingkat lima dengan 4 model yaitu struktur baja dengan plat lantai beton konvensional dan dinding bata merah, struktur baja dengan plat lantai beton konvensional dan dinding batafoam, struktur baja dengan plat lantai beton ringan dan dinding bata merah, struktur baja dengan plat lantai beton ringan dan dinding batafoam. Tujuan perencanaan ini adalah untuk mengetahui besarnya perubahan berat sendiri (self weight) struktur untuk setiap model gedung. Tahap-tahap perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan pembebanan (beban tetap dan beban sementara), analisis struktur, kontrol desain terhadap balok dan kolom. Standar perencanaan ini berpedoman pada metode LRFD yang tertuang dalam SNI 03-1729-2002 (Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung). Setelah itu diperoleh keseluruhan berat struktur mencakup berat sendiri kolom dan balok. Untuk model 1 mempunyai berat struktur sebesar 389,99 ton, model 2 sebesar 355,51 ton, model 3 sebesar 365,08 ton dan model 4 sebesar 283,21 ton. Selanjutnya diperoleh perbandingan rasio berat antara model 2,3 dan 4 terhadap model 1. Model 2 didapatkan rasio sebesar 91,16%, model 3 sebesar 93,61% dan model 4 sebesar 72,61%. Gedung dengan model 4 lebih efektif digunakan karena terjadinya pengurangan berat struktur sebesar 27,39%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK