TINDAK PIDANA TIDAK MENGHIDUPKAN LAMPU UTAMA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI SIANG HARI DAN PENERAPAN HUKUMNYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINDAK PIDANA TIDAK MENGHIDUPKAN LAMPU UTAMA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI SIANG HARI DAN PENERAPAN HUKUMNYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN.


Pengarang

Dewi Sartika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

08013101020009

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
DEWI SARTIKA,

2015 TINDAK PIDANA TIDAK MENGHIDUPKAN LAMPU UTAMA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI SIANG HARI DAN PENERAPAN HUKUMNYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN.
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v, 59), pp, tbl, bibl,
Tarmizi, S.H., M.Hum,
Pasal 107 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi “Pengemudi sepeda bermotor selain memenuhi ketentuan sebagai mana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari”. Namun dalam kenyataannya masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama di siang hari.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan penerapan hukum terhadap tindak pidana tidak menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor roda dua di siang hari, menjelaskan faktor yang menyebabkan pengendara sepeda motor tidak menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor roda dua di siang hari dan menjelaskan upaya yang dilakukan agar pengendara sepeda motor menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor roda dua di siang hari.
Data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari serta menganalisa peraturan perundang-undangan, buku teks, surat kabar, tulisan ilmiah, dan literatur-literatur yang diunduh dari internet yang ada relevansinya dengan masalah yang dibahas dalam penulisan ini. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yaitu dengan mewawancarai para responden dan informan.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa penerapan hukum terhadap tidak pidana tidak menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor roda dua di siang hari masih belum berjalan secara efektif dan maksimal sesuai dengan sanksi yang ditetapkan dalam Pasal 293 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Adapun faktor yang menyebabkan pengendara sepeda motor tidak menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor di siang hari yaitu kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh polisi lalu lintas kepada masyarakat, kurangnya kesadaran masyarakat tentang manfaat menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor di siang hari serta lemahnya proses penegakan hukum bagi pengendara yang melanggar aturan tersebut. Sedangkan upaya yang dilakukan yaitu mengadakan sosialisasi kepada masyarakat serta memberikan teguran/sanksi bagi pengendara yang tidak menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor di siang hari.
Saran yang dapat dilakukan yaitu Polisi Lalu Lintas harus lebih tegas memberikan sanksi bagi pengendara yang tidak menghidupkan lampu utama kendaraan bermotor roda dua di siang hari juga harus lebih rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menyalakan lampu utama kendaraan bermotor di siang hari serta diharapkan adanya partisipasi dari masyarakat agar aturan tersebut dapat terlaksana guna meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK