KARAKTERISTIK PERILAKU PENDAMPING ORANG DENGAN MASALAH KEJIWAAN (ODMK) BEROBAT KE DUKUN DI KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTIK PERILAKU PENDAMPING ORANG DENGAN MASALAH KEJIWAAN (ODMK) BEROBAT KE DUKUN DI KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

IDA PUTRI KARNAIN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107101010206

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pendamping yaitu orang yang membantu ketika seseorang membutuhkan pertolongan, seperti keluarga. Keluarga sangat berperan dalam menjaga kesehatan anggota keluarganya termasuk dalam hal mencegah terjadinya suatu penyakit, misalnya orang dengan masalah kejiwaan (ODMK). ODMK cenderung merasa kecewa, stress, bingung dan tidak mau berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini akan mempengaruhi pola pikir, perilaku dan aktivitas seseorang. Dengan berubahnya kebiasaan tersebut, orang-orang menganggap bahwa hal itu dikaitkan dengan kekuatan ghaib, makhluk halus, kerasukan setan, sehingga perlu ditangani oleh seorang dukun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan ekonomi pendamping ODMK berobat ke dukun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan telah dilakukan pada bulan November-Desember 2014 dengan jumlah responden 83. Hasil penelitian didapatkan umur pendamping paling banyak yaitu antara 30-45 tahun adalah 50,6%, sebanyak 75,9% pendamping berjenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan pendamping yaitu tingkat pendidikan rendah adalah 59,0%, penghasilan pendamping yang mendominasi < 1.750.000,- adalah 67,5%, pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga adalah 38,6%, tingkat pengetahuan pendamping mengenai berobat ke dukun adalah baik, sebanyak 57,8%, informasi memperoleh tempat praktik dukun didapatkan oleh saudara sebesar 61,4%, pendamping pasien langsung tertarik untuk berobat ke dukun sebanyak 79,5%, alasan membawa pasien berobat ke dukun dikarenakan banyak yang sembuh adalah 66,3%, pendamping merasa ragu-ragu percaya pada guna-guna yaitu 36,1% dan sebanyak 36,1% pendamping tidak percaya bahwa penyakit dikarenakan di guna-guna oleh orang lain.
Kata kunci : Dukun, perilaku, perilaku pendamping.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK