PERAN SERTA DUKUN PATAH TULANG DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENGOBATAN TRADISIONAL DI KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERAN SERTA DUKUN PATAH TULANG DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENGOBATAN TRADISIONAL DI KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Fadhila - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200180003

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Keperawatan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PERAN SERTA DUKUN PATAH TULANG DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENGOBATAN TRADISIONAL DI KABUPATEN BIREUEN

Oleh
Fadhila
NIM. 1209200180003
Pembimbing
Dr. Kartini Hasbalah, MS., Apt
Dr. dr. Endang Mutiawati R, Sp. S(K)

ABSTRAK
Di Indonesia, jumlah penduduk yang memilih pengobatan tradisional meningkat setiap tahunnya. Melalui sebuah riset diketahui bahwa 30,4% rumah tangga di Indonesia memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional. Pada masyarakat Aceh sendiri, terdapat 37,6% masyarakatnya yang masih memilih pengobatan tradisional, dan salah satu pengobatan tradisional yang paling diminati adalah pengobatan tradisional patah tulang. Banyak jumlah kunjungan, baik kunjungan ulang maupun kunjungan baru, tidak terlepas dari kualitas pelayanan yang ditawarkan oleh dukun patah, Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas pengobatan/ pelayanan yang diberikan oleh dukun patah.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah dokumen. Lokasi penelitian berada di 7 tempat pengobatan tradisional di Kabupaten Bireuen. Informan pada penelitian ini adalah 8 orang dukun patah dan 28 pasien patah tulang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas yang ditawarkan oleh dukun patah meliputi: mudahnya akses terhadap tempat pengobatan maupun dukun patah itu sendiri, administrasi yang tidak berbelit-belit, waktu tunggu yang terbilang cepat, jadwal pengobatan yang tidak kaku (fleksibel), interaksi bersifat kekeluargaan, cara pembayaran/pembiayaan yang fleksibel, adanya adaptasi dukun patah terhadap modernisasi sehingga meningkatkan profesionalitas untuk mengurangi angka komplikasi. Untuk meminimalisir jumlah komplikasi diperlukan perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen untuk mengawasi dan membina pengobatan tradisional patah tulang, karena meskipun patah tulang jarang sekali mengancam jiwa, namun memiliki dampak yang bermakna terhadap aktivitas dan produktivitas penderita.

Kata Kunci: dukun patah, tempat pengobatan patah tulang, pengobatan tradisional.











PARTICIPATION OF TRADITIONAL BONE SETTER TO INCREASE QUALITY OF TRADITIONAL CURE IN BIREUEN DISTRICT

By
Fadhila
NIM 1209200180003

Thesis Superviser
Dr. Kartini Hasballah, MS., Apt
Dr. dr. Endang Mutiawati R, Sp. S (K)

ABSTRACT

In Indonesia, the numbers of people who have choosed the traditional cure have increased fom year to year. One research shown 30,4% family in Indonesia using the tradisional health service. In Aceh, 37,6% people still choosing the traditional treatment, and one of the most interesting traditional cure is traditional bone setting. Many number of visitors, either revisitor or new visitor not be rid of the quality of service offered from bone setter, therefore, the aim of this study is to identificates the quality of cure and service offered by traditional bone setter.
This research adopted the qualitative method, and the data is got from depth interview, field observation, and document research. The location of research are in 7 traditional bone settings in Bireuen Distric. The informans for the research are 8 bone setters and 28 fracture patients who choosed by using purposive sampling technic. The result of the research indicates that the qualities offered by bone setters include: the easier access either the place or the bone setter, the easy administration, does not take too long time to wait, flexible schedule, the interaction between bone setters and patients are so familiar, the way of payment is flexible, and they (bone setters) always adapt to modernization to increase their professionalism, so the number of complications can be decreased. To ensure the complication can be decreased is difficult if without attention of the lead government especially Bireuen Distric Health Office to improve the treatment of traditional bone setting in Bireuen District.

Key word: bone setter, bone setting, traditional cure

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK