//

PENGARUH EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SEBAGAI PENYEBAB KANDIDIASIS RONGGA MULUT SECARA IN VITRO.

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Faolyna - Personal Name
SubjectMEDICINAL PLANTS
ORAL HYGIENE - DENTISTRY
CANDIDIASIS - MEDICINE
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Kedokteran Gigi
Tahun Terbit 2011

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Faolyna Program Studi : Kedokteran Gigi Judul : Pengaruh Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Sebagai Penyebab Kandidiasis Rongga Mulut Secara In vitro. Kandidiasis oral merupakan suatu penyakit infeksi jamur dalam rongga mulut yang disebabkan oleh Candida albicans (C. albicans). Usaha pencegahan dampak yang disebabkan oleh jumlah C. albicans yang berlebih dalam rongga mulut tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan obat antijamur sintesis, tetapi dapat juga dilakukan dengan memanfaatkan bahan alamiah yang berasal dari tanaman herbal seperti Rosella (Hibiscus sabdariffa). Kelopak bunga Rosella memiliki kandungan flavonoid yang memiliki efek sebagai antifungi. Turunan flavonoid yang terkandung dalam kelopak bunga Rosella antara lain gosipektin, antosianin dan glukosid hibiskin. Penelitian ini dilakukan untuk menggali potensi ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai antifungi terhadap pertumbuhan C. albicans. Tahap pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah ekstraksi kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) dengan menggunakan etanol 96% yang kemudian dibuat pengenceran 10% hingga 100%. Selain itu, juga dilakukan kultur C. albicans pada media SDA (Sabouraud Dextrose Agar) dan identifikasi. Hasil identifikasi menunjukkan morfologi hifa dan ragi dari C. albicans yang berbentuk bulat, sedikit cembung, halus, licin, berwarna putih kekuningan dan berbau asam seperti ragi. Candida albicans yang telah diidentifikasi digunakan untuk uji ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap pertumbuhan C. albicans. Hasil uji dengan menggunakan metode perhitungan koloni (Plate Count Counter) menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% ekstrak kelopak bunga Rosella telah berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah koloni C. albicans yang tumbuh sebesar 16.66 CFU/ ml, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan control yang jumlah koloninya sebesar 150.00 CFU/ ml, sementara itu pada konsentrasi 20% hingga 100% tidak terjadi pertumbuhan C. albicans. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) dapat menurunkan pertumbuhan koloni C. albicans. Kata Kunci : Kandidiasis oral, Candida albicans, ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) ABSTRACT Name : Faolyna Study Program : Dentistry Title : The Effect of Rosella’s Calixes (Hibiscus sabdariffa) to Candida albican’s Growth as a Pathogen of Oral Candidiasis. Oral candidiasis is a fungus-infection disease in oral cavity caused by Candida albicans ( C. albicans ). The effort to prevent the activity of C. albicans in oral cavity can be performed not only by using anti-fungus synthetis, but also by using plant such as Rosella ( Hibiscus sabdariffa ). Flavonoid is the main substance of Rosella’s calixes. It has functions as antifungus. Gossypetine, antosianin and glucosid hibiscin are flavonoid’s derivates. The purpose of this study was to determine the Rosella extract’s potential as antifungal to C. albicans growth. The first step of this study was extraction of Rosella’s calixes ( Hibiscus sabdariffa ) by using ethanol 96%, followed by dilution from 10% to 100%. In addition, C. albicans identification was also performed in SDA ( Sabouraud Dextrose Agar ) media. The identification outcome showed the morphology of C. albican’s hyphae and yeast which was round, rather dome-shaped, smooth, yellowish white, and which smelled sour like yeast. The identification C. albicans was used to the calyx extract of Rosella ( Hibiscus sabdariffa ) in C. albicans growth test. The result of the test by using Plant Count Counter methode showed that in 10% concentration, Rosella’s calixes extract has influence in C. albicans growth. This was evidenced by C. albicans colony that grew as much as 16.16 CFU/ml; this number was lower than the control with as much colony as 150.00 CFU/ml. Meanwhile, in 20% to 100% concentration, C.albicans growth did not happen. As conclusion, the Rosella’s calixes ( Hibiscus sabdariffa ) can reduce the growth of C. albicans colony. Keywords: Oral Candidiasis, Candida albicans, Rosella’s Calixes (Hibiscus sabdariffa).

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANSRNSECARA IN VITRO (Hadid Iskandar Harahap, 2014)

PENGARUH DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA LINN) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (Cut Nyak Keumala , 2016)

EVALUASI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA CHIBISCUS SABDARIFFA) SEBAGAI ANTI PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS BERDASARKAN PH (Mutia Junina, 2016)

KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM DAN BUNUH MINIMUM EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (ATHIA FAHRANI, 2018)

PENGARUH PERASAN BELIMBING MANIS (AVERRHOA CARAMBOLA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO (Asnidar, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy