HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU SAPI TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK PADA BAYI ATOPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU SAPI TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK PADA BAYI ATOPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Riean Aulia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107101010148

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Atopi adalah suatu kecenderungan pribadi atau keluarga untuk menghasilkan IgE tersensitisasi sebagai respon terhadap alergen disekitarnya. Dermatitis atopik merupakan penyakit peradangan kronik dan berulang pada kulit yang disertai dengan peningkatan kadar IgE. Adanya bakat atopi pada bayi disertai dengan faktor pencetus dari lingkungan seperti konsumsi susu sapi dapat menyebabkan terjadinya dermatitis atopik (DA) pada bayi. Protein susu sapi seperti ?-lactalbumin, ?-lactoglobulin, kasein, dan whey merupakan zat yang sangat alergenik bagi bayi yang memiliki risiko tinggi alergi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian susu sapi terhadap kejadian dermatitis atopik pada bayi atopi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2014. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel 46 bayi yang terdiri dari 24 bayi pada kelompok susu sapi dan 22 bayi pada kelompok ASI. Data dikumpulkan melalui rekam medik dan wawancara pada orangtua pasien. Didapatkan bayi atopi usia 4-6 bulan lebih banyak (50%) dibanding bayi atopi usia 0-2 dan 2-4 bulan. Bayi laki-laki didapatkan lebih dominan pada penelitian ini (58,7%). Bayi dengan faktor risiko alergi tinggi (37%) lebih banyak dibandingkan bayi atopi dengan risiko alergi rendah dan sedang. Pada 24 kelompok bayi yang diberikan susu sapi terdapat 23 bayi terkena dermatitis atopik ( 95,8%) dan pada 22 kelompok bayi yang diberikan ASI terdapat 9 bayi yang terkena dermatitis atopik (40,9%). Hasil analisis dengan chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara pemberian susu sapi terhadap kejadian dermatitis atopik pada bayi atopi dengan nilai signifikansi 0,000 ( p < 0,05 ) dan RR 2,3 (CI 95% ; 1,4-3,9).

Kata Kunci: dermatitis atopik, pemberian susu sapi, ASI, atopi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK