//

PERBEDAAN DIMENSI SALURAN DRAINASE KOPELMA DARUSSALAM PADA LAHAN DENGAN DAN TANPA MEMANFAATKAN BIOPORI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Zaitun Humaira - Personal Name
SubjectDRAINAGE - ENGINEERING
LAND USE
Bahasa Indonesia
Fakultas teknik
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Perkembangan yang terjadi hampir di seluruh kota besar di Indonesia akhir-akhir ini menuntut kebutuhan lahan yang semakin meningkat, baik untuk pemukiman maupun kegiatan perekonomian, sehingga lahan terbuka yang berfungsi sebagai retensi atau resapan semakin berkurang. Perubahan tata guna lahan dan berkurangnya lahan terbuka diperkirakan dapat mengakibatkan mengecilnya air hujan yang terinfiltrasi sehingga mempengaruhi debit yang masuk ke saluran drainase yang telah ada, yang pada akhirnya dapat menyebabkan air melimpas dan terjadi banjir genangan. Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah salah satu upaya untuk memperbesar air hujan yang terinfiltrasi. LRB dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam meresapkan air. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya biopori terhadap aliran permukaan yang masuk ke saluran drainase, sehingga dapat mengurangi debit aliran permukaan. Oleh Karena itu, dilakukan studi kasus dengan merencanakan dimensi saluran drainase pada lahan dengan dan tanpa memanfaatkan biopori. Lokasi perencanaan adalah pada kawasan Kopelma Darussalam bagian Selatan, dimana pada kawasan tersebut terdapat beberapa titik yang mengalami banjir genangan saat musim hujan, seperti pada kawasan sektor Timur. Perencanaan ini meliputi penentuan jenis distribusi curah hujan, perhitungan curah hujan rencana, perhitungan intensitas curah hujan, penentuan jumlah Lubang Resapan Biopori (LRB), perhitungan koefisien limpasan, perhitungan debit rencana pada lahan dengan dan tanpa memanfaatkan biopori serta perhitungan dimensi saluran pada lahan dengan dan tanpa memanfaatkan biopori. Hasil yang didapatkan adalah: distribusi curah hujan mengikuti sebaran Gumbel, dengan curah hujan rencana periode ulang 2 tahun adalah 105,7 mm. Jumlah biopori yang direncanakan pada kawasan Kopelma Darussalam bagian Selatan sebanyak 3350 LRB, dengan diameter masing-masing ∅10 cm dan kedalaman biopori 80 cm. Hasil pemanfaatan biopori tersebut dapat mengurangi debit aliran permukaan rata-rata sebesar 27%. Berkurangnya debit aliran permukaan tersebut menyebabkan dimensi saluran drainase menjadi lebih kecil, sehingga kapasitas saluran drainase berkurang rata- rata 26,9%. Kata kunci: tataguna lahan, biopori, limpasan permukaan, dimensi saluran drainase.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

STUDI KINERJA SALURAN DRAINASE KAMPUS UNSYIAH KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH (Muhammad Iqbal, 2019)

STUDI LAJU INFILTRASI KAWASAN DENGAN MENGGUNAKAN LUBANG BIOPORI SEBAGAI UPAYA PENURUNAN TINGGI GENANGAN DAN UPAYA KONSERVASI AIR TANAH (Yulia, 2014)

STUDI KAPASITAS DRAINASE JALAN BAYEUN KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH (Supia Puspita Rini, 2018)

KAJIAN DIMENSI SALURAN DRAINASE DI KAWASAN RUANG KULIAH UMUM (RKU) UNIVERSITAS SYIAH KUALA (FITRIA TSABITA, 2018)

PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PADA SUB-DAS KRUENG BALOHAN DI KOTA SABANG (Irsan Bahrumy, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy