IMPLEMENTASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN GUGUS DEPAN PADA SEKOLAH DASAR NEGERI KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

IMPLEMENTASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN GUGUS DEPAN PADA SEKOLAH DASAR NEGERI KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

Suwaibah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Razali - 196510021992031001 - Dosen Pembimbing I
Syamsulrizal - 196701301992031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1906204020003

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Olahraga (S2) / PDDIKTI : 85101

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

IMPLEMENTASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN GUGUS
DEPAN PADA SEKOLAH DASAR NEGERI
KABUPATEN PIDIE JAYA

ABSTRAK
(Suwaibah)

Kegiatan kepramukaaan merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah atas. Pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan (reinforcement) yang secara psiko-pedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan kepramukaan. Ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan dilaksanakan untuk penguatan karakter bagi peserta didik. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) keberadaan pengurus pramuka gugus depan pada sekolah dasar negeri Kabupaten Pidie Jaya, (2) keberadaan kurikulum/materi proses kegiataan kepramukaan gugus depan pada sekolah dasar negeri Kabupten Pidie Jaya, dan (3) keberadaan faktor pendukung kegiatan kepramukaan gugus depan pada sekolah dasar negeri Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian ini adalah evaluasi dan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sabjek penelitian adalah: (1) kepala sekolah, (2) guru pembina pramuka, dan (3) siswa. Teknik pengumpulan data adalah: (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) studi dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis melalui tahapan sebagai berikut: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (1) keberadaan pengurus pramuka gugus depan tidak baik, hanya tiga sekolah yang memiliki pengurus dari sembilan sekolah (2) keberadaan kurikulum/materi proses kegiatan umumnya tidak ada pada sekolah dasar negeri Kabupaten Pidie jaya, dan (3) keberadaan faktor pendukung kegiatan kepramukaan juga tidak baik yaitu tiga sekolah yang ada dan enam sekolah yang tidak ada dari Sembilan sekolah dasar negeri. Kesimpulannya implementasi kegiatan kepramukaan gugus depan pada Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pidie Jaya tidak baik.

Kata Kunci: Implementasi kegiatan kepramukaan

IMPLEMENTATION OF CLUSTER SCOUTING ACTIVITIES HOME AT STATE ELEMENTARY SCHOOL PIDIE JAYA DISTRICT ABSTRACT (Suwaibah) Scouting is one of the mandatory extracurricular activities in primary and upper secondary education. Scouting education is an extracurricular activity that is systemically played as a vehicle for reinforcement that is psycho-pedagogically coherent with the development of attitudes and skills in scouting education. Compulsory extracurricular scouting education is carried out to strengthen character for students. The aims of the study were to determine: (1) the existence of front group scout administrators at the Pidie Jaya Regency public elementary school, (2) the existence of curriculum/materials for the front group scouting activity process at the Pidie Jaya Regency public elementary school, and (3) the existence of supporting factors for scouting activities. front group at the Pidie Jaya Regency public elementary school. This type of research is an evaluation and descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were: (1) the principal, (2) the scout teacher, and (3) the students. Data collection techniques are: (1) interviews, (2) observation, and (3) documentation studies. Furthermore, the data were analyzed through the following stages: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) drawing conclusions. Based on the results of the analysis, it can be concluded that: (1) the existence of the front group scout management is not good, only three schools have administrators from nine schools (2) the existence of curriculum / material for the activity process generally does not exist in the Pidie Jaya district public elementary school, and (3 ) the existence of supporting factors for scouting activities is also not good, namely three existing schools and six non-existent schools from nine public elementary schools. In conclusion, the implementation of front group scouting activities at the Pidie Jaya District Elementary School is not good. Keywords: Implementation of scouting activities

Citation



    SERVICES DESK