PERSEPSI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA NON ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PUSKESMAS ULEE KARENG KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA NON ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PUSKESMAS ULEE KARENG KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Suarni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0371120120

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.96

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Persepsi sebagai suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indra mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka. Akseptor KB adalah peserta KB yang menggunakan salah satu metode kontrasepsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi akseptor KB non AKDR tentang AKDR di Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Adapun jenis penelitian deskriptif eksploratif, dengan jumlah sampel 50 orang, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner berjumlah 20 pernyataan, data dianalisa dengan analisa univariat., sesuai dengan desain penelitian, yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian persepsi akseptor KB non AKDR tentang pengertian AKDR 50% positif dan 50% negatif, mekanisme kerja AKDR 36% positif dan 64% negatif, keuntungan AKDR 46% positif dan 54% negatif, efek samping AKDR 46% positif dan 52% negatif dan indikasi penggunaun AKDR 48% positif dan 52% negatif. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian adalah persepsi Akseptor KB non AKDR tentang AKDR didapatkan secara dominan 29 responden (58%) berada pada kategori persepsi negatif. Melihat kenyataan tersebut maka dapat disarankan agar pengetahuan responden dapat ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan secara intensif dengan instansi terkait, selain itu, sebaiknya penyuluhan tidak hanya ditujukan kepada ibu-ibu akseptor KB tetapi juga kepada para suami, sehingga dapat memberi dukungan kepada isteri untuk memilih kontrasepsi terutama AKDR.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK