BIOSINTESIS NANOPARTIKEL TEMBAGA MENGGUNAKAN EKSTRAK AIR KULIT BATANG SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L) SERTA UJI ANTIMIKROBA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BIOSINTESIS NANOPARTIKEL TEMBAGA MENGGUNAKAN EKSTRAK AIR KULIT BATANG SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L) SERTA UJI ANTIMIKROBA


Pengarang

KHOLILATUL AZIZAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Binawati Ginting - 197209271999032002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1808103010025

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Kimia (S1) / PDDIKTI : 47201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : MIPA-KIMIA., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan biosintesis nanopartikel tembaga dengan metode green synthesis menggunakan ekstrak air kulit batang srikaya (Annona squamosa L) sebagai agen pereduksi dan stabilisator. Hasil penentuan total phenol content (TPC) pada ekstrak air kulit batang srikaya menggunakan metode Folin-Ciocalteu adalah sebesar 78,28 GAE/g dan hasil penentuan total flavonoid Content (TFC) pada ekstrak air kulit batang srikaya menggunakan metode kolorimetri AlCl3 adalah sebesar 1,24 QE/g. Kandungan fenolik dan flavonoid yang terdapat pada ekstrak air kulit batang srikaya yang bertanggung jawab untuk pembentukan nanopartikel tembaga. Hasil reaksi reduksi ekstrak air kulit batang srikaya terhadap ion Cu2+ dikonfirmasi dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis, Fourier Transform Infrared (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscoy (SEM) dan Transmisssion Electron Microscopy (TEM). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nanopartikel yang terbentuk adalah Cu, CuO, Cu2O dan CuO2. Analisis FTIR memperlihatkan gugus OH berperan dalam proses reduksi logam. Hasil sintesis nanopartikel tembaga memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus, bakteri Escherichia coli dan jamur Candida albicans dengan daya hambat yang kuat pada dengan konsentrasi 20%, sementara pada ekstrak murni tidak menunjukkan aktivitas sama sekali.

Kata kunci: Biosintesis, Annona squamosa L, nanopartikel tembaga, aktivitas antimikroba.

The biosynthesis of copper nanoparticles has been carried out using the green synthesis method employing an aqueous extract of the bark of Annona squamosa L as reducing agent and stabilizer. The results of the determination of Total Phenolic Content (TPC) of the extract using the Folin-Ciocalteu method and Total Flavonoid Content (TFC) of the water extract using the AlCl3 colorimetric method were 78,28 GAE/g and 1, 24 QE/g respectively. The phenolic and flavonoid content contained in the extract is responsible for the formation of copper nanoparticles. The presence of nanoparticles of copper as well as copper ions were confirmed using a UV-Vis Spectrophotometer, Fourier Transform Infrared (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscoy (SEM) and Transmisssion Electron Microscopy (TEM). The characterization results showed that the obtained nanoparticles were Cu, CuO, Cu2O and CuO2. FTIR analysis shows the OH group in extract plays a role in the metal reduction process. The obtained copper nanoparticles showed antimicrobial activity against Staphylococcus aureus bacteria, Escherichia coli bacteria and Candida albicans fungi with strong inhibition at a concentration of 20%, while the pure extract showed no activity at all. Keyword: Biosynthesis, Annona squamosa L, copper nanoparticles, antimicroba activity.

Citation



    SERVICES DESK