KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENANGANI TERJADINYA PERILAKU TOXIC RELATIONSHIP (STUDI PADA REMAJA MEDAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENANGANI TERJADINYA PERILAKU TOXIC RELATIONSHIP (STUDI PADA REMAJA MEDAN)


Pengarang
Dosen Pembimbing

Rahmawati - 196209022000122003 - Dosen Pembimbing I
Zakirah Azman - 198801122016072101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1710102010061

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

302

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor pendukung komunikasi interpersonal yang terjadi dalam menangani perilaku toxic relationship dalam hubungan pacaran pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian remaja dalam rentang usia 18 hingga 24 tahun yang pernah mengalami toxic relationship dan bertempat tinggal di kota Medan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode wawancara mendalam dengan teknik analisis data dalam tiga langkah yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian, dan tahap kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori Disonansi Kognitif, dimana dalam teori ini dijelaskan perasaan yang dimiliki orang ketika mereka menemukan diri mereka sendiri melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui, atau mempunyai pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat lain yang mereka pegang. Teori ini menyatakan bahwa agar dapat menjadi persuasif, strategi-strategi komunikasi harus berfokus pada inkonsistensi atau keseimbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal mampu menyelesaikan konflik dalam toxic relationship, namun hal ini tidak selalu berjalan lancar. Berdasakan hasil penelitian, terdapat ciri komunikasi interpersonal yang efektif yang dilakukan oleh informan dengan orang terdekatnya yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan, sehingga membantu informan dalam menangani toxic relationship. Informan memiliki pemikiran bahwa kekerasan didalam hubungan bukanlah masalah, namun ia tetap memiliki perasaan tidak nyaman pada hubungannya yang terdapat kekerasan didalamnya sehingga membentuk disonansi kognitif dan mendorong terjadinya perubahan. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa informan telah mencoba berkomunikasi dengan kekasihnya untuk mengurangi disonansi dan juga untuk memperbaiki hubungan mereka yang toxic, tetapi pada nyatanya komunikasi yang keduanya lakukan tidak berhasil dan tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

This study aims to determine how the supporting factors of interpersonal communication that occur in dealing with toxic relationship behavior in dating relationships in adolescents. This study uses a descriptive qualitative method with the research subjects being teenagers in the age range of 18 to 24 years who have experienced toxic relationships and reside in the city of Medan. The data collection technique used in this research is the in-depth interview method with data analysis techniques in three steps, namely the data reduction stage, the presentation stage, and the conclusion and verification stage. This study uses Cognitive Dissonance theory, which explains the feelings people have when they find themselves doing something that is not in accordance with what they know, or having an opinion that is not in accordance with other opinions they hold. This theory states that in order to be persuasive, communication strategies must focus on inconsistency or balance. The results show that interpersonal communication is able to resolve conflicts in toxic relationships, but this does not always run smoothly. Based on the results of the research, there are characteristics of effective interpersonal communication carried out by informants with their closest people, namely openness, empathy, supportive attitude, positive attitude and equality, thus helping informants in dealing with toxic relationships. The informant thinks that violence in the relationship is not a problem, but he still has feelings of discomfort in the relationship that has violence in it so that it forms cognitive dissonance and encourages change. The results of this study also found that the informants had tried to communicate with their girlfriends to reduce dissonance and also to improve their toxic relationship, but in fact the communication they did did not work and did not show significant changes.

Citation



    SERVICES DESK