ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM ASIMILASI TERHADAP NARAPIDANA KELAS II A BANDA ACEH PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM ASIMILASI TERHADAP NARAPIDANA KELAS II A BANDA ACEH PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020


Pengarang

ARIF FONNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iqbal Ahmady - 199104292019031015 - Dosen Pembimbing I
Muliawati - 199205242017012101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1610103010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

365.647

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Covid-19 melalui Peraturan Menteri
Hukum dan HAM (PERMENKUMHAM) Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat
pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka
pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Hal tersebut menimbulkan
keresahan dikalangan publik, keresahan tersebut menimbulkan rasa takut terhadap
masyarakat sehingga ada yang mengklaim bahwa program asimilasi tersebut hanyalah
permainan pemerintah mengingat terjadinya overload kapasitas Lapas/Rutan yang
seharusnya pemerintah melakukan peningkatan kapasitas Lapas/Rutan untuk menjaga
peningkatan angka penyebaran virus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menjelaskan mengenai pembinaan dan pengawasan yang dilakukan
pihak Bapas terhadap narapidana kelas II A Banda Aceh serta untuk mengetahui dan
menjelaskan mengenai efektivitas program asimilasi narapidana kelas II A Banda
Aceh pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Pendekatan penelitian yang dilakukan
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
adanya beberapa bentuk pembinaan dan pengawasan narapidana yaitu: (1)
pengawasan Bapas melalui Zoom Meeting, serta (2) Pengawasan Bapas melalui
Keluarga/Aparatur Desa. Dan efektivitas program asimilasi narapidana di Lapas kelas
II A Banda Aceh pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 dalam rangka
penanggulangan dan pencegahan virus tersebut terbilang kurang efektif mengingat
tidak adanya pembinaan dan pengawasan secara langsung terhadap narapidana yang
mendapatkan program asimilasi. Kesimpulan ialah bentuk pembinaan dan
pengawasan yang dilakukan pihak Bapas pada narapidana kelas II A Banda Aceh
yaitu, melakukan kerjasama dengan pihak keluarga serta aparatur desa terkait dalam
mengontrol perilaku narapidana serta pengawasan yang diberikan yaitu, melakukan
panggilan Video Call atau Zoom Meeting yang rutin dilakukan setiap hari dengan
menunjukkan wajah secara langsung. Pendekatan eksperimental menjadi pendekatan
yang paling cenderung dalam hal efektivitas program asimilasi terhadap narapidana
kelas II A Banda Aceh tahun 2020.
Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Asimilasi, Narapidana

In the context of overcoming and preventing Covid-19 through Regulation of the Minister of Law and Human Rights (PERMENKUMHAM) Number 10 of 2020 concerning the conditions for granting assimilation and integration rights for prisoners and children in the context of preventing and overcoming the spread of Covid-19. This creates unrest among the public, this unrest creates fear in the community so that there are those who claim that the assimilation program is just a government game given the occurrence of overloaded prisons/detention centers, which the government should have done to increase the capacity of prisons/detention centers to maintain the increase in the spread of the virus. This study aims to find out and explain about the guidance and supervision carried out by the Fathers for Class II A prisoners in Banda Aceh as well as to find out and explain the effectiveness of the assimilation program for Class II A prisoners in Banda Aceh during the Covid-19 pandemic in 2020. The research approach carried out using descriptive qualitative method. The results of this study indicate that there are several forms of guidance and supervision of inmates, namely: (1) the supervision of the Fathers through Zoom Meetings, and (2) the supervision of the Fathers through the Family/Village Apparatus. And the effectiveness of the convict assimilation program at the Class II A prison in Banda Aceh during the COVID-19 pandemic in 2020 in the context of overcoming and preventing the virus is somewhat less effectie given the absence of direct guidance and supervision of prisoners receiving the assimilation program.The conclusion is the form of guidance and supervision carried out by the Fathers for Class II A Banda Aceh prisoners, namely, collaborating with the family and related village officials in controlling the behavior of prisoners and the supervision provided, namely, making Video Calls or Zoom Meetings which are routinely carried out every day. by showing the face directly. The experimental approach is the most likely approach in terms of the effectiveness of the assimilation program for Class II A prisoners in Banda Aceh in 2020. Keywords: Covid-19 Pandemic, Assimilation, Prisoner

Citation



    SERVICES DESK