APLIKASI BIOCHAR KELAPA MUDA DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIKA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

APLIKASI BIOCHAR KELAPA MUDA DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIKA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA L.)


Pengarang

Muriadin - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darusman - 196210091987021001 - Dosen Pembimbing I
Manfarizah - 196809081993032003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1805108010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Biochar merupakan arang hayati hasil pembakaran secara pirolisis. Biochar mempunyai pori yang banyak dan mampu menyimpan nutrisi tanaman jangka waktu yang lama. Biochar kaya akan karbon, sehingga bisa digunakan sebagai pembenah tanah. Limbah pertanian memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai bahan baku biochar, namun yang lebih berpotensi untuk dibuat menjadi biochar adalah limbah kelapa muda dan ampas tebu karena mudah tersedia dalam jumlah banyak. Biochar juga mampu memperbaiki sifat fisika tanah, yaitu berat volume tanah, porositas tanah dan agregat tanah sehingga dikenal juga sebagai perekat agregat tanah. Biochar memiliki jumlah pori yang banyak sehingga menyimpan air tinggi yang dapat meningkatkan ketersediaan air di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar yang berasal dari kelapa muda dan ampas tebu terhadap beberapa sifat fisika tanah dan pertumbuhan tanaman pakcoy.
Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dimulai Desember 2021 - April 2022. Penelitian di lapangan selama 51 hari yang terdiri dari inkubasi 21 hari dan budidaya pakcoy 30 hari. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola non faktorial yang terdiri dari 7 perlakuan dengan berbagai jenis bahan baku dan dosis dan 3 ulangan, sehingga terdapat 21 unit pot percobaan. Analisis data menggunakan sidik ragam dengan uji F taraf 5% dan 1%, jika terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut BNJ taraf 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dari kelapa muda dan ampas tebu tidak berpengaruh nyata terhadap semua sifat fisika tanah yang dicoba, namun berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman pakcoy yang dicoba. Hal ini disebabkan biochar mampu menyimpan air di dalam ruang pori sehingga tanaman tidak kekurangan air pada saat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini disimpulkan bahwa aplikasi biochar kelapa muda dan ampas tebu tidak berpengaruh nyata pada sifat fisika tanah, namun berpengaruh nyata pada pertumbuhan pakcoy. Perlakuan biochar ampas tebu 30 ton ha-1 memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy terbaik.

SUMMARY Biochar is biological charcoal resulting from pyrolysis combustion. Biochar has many pores and is able to store plant nutrients for a long time. Biochar is rich in carbon, so it can be used as a soil enhancer. Agricultural waste has great potential to be used as raw material for biochar, but what has more potential to be made into biochar is young coconut waste and bagasse because they are easily available in large quantities. Biochar is also able to improve soil physical properties, namely soil volume weight, soil porosity and soil aggregate so that it is also known as soil aggregate adhesive. Biochar has a large number of pores so that it stores high water which can increase the availability of water in the soil. This study aims to determine the effect of giving biochar derived from young coconut and bagasse on some soil physical properties and growth of pakcoy plants. The research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture and the Laboratory of Soil Physics, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University starting December 2021 - April 2022. The field research was 51 days consisting of 21 days of incubation and 30 days of pakcoy cultivation. The experimental design in this study used a non-factorial completely randomized design (CRD) consisting of 7 treatments with various types of raw materials and doses and 3 replications, so that there were 21 experimental pot units. Data analysis used variance with F test at 5% and 1% level, if there was a difference, further BNJ test was carried out at 5% level. The results showed that the application of biochar from young coconut and bagasse did not significantly affect all the physical properties of the tested soil, but had a significant effect on all growth parameters of the tested pakcoy plants. This is because biochar is able to store water in the pore space so that plants do not lack water during plant growth. This study concluded that the application of young coconut biochar and bagasse did not significantly affect the physical properties of the soil, but had a significant effect on the growth of pakcoy. The biochar treatment of 30 tons ha-1 bagasse had a significant effect on the growth of the best pakcoy plants.

Citation



    SERVICES DESK