DISPARITAS PEMIDANAAN DITINJAU DARI KEADILAN BERBASIS EKPEDIENSI PADA PUTUSAN PENGADILAN TENTANG TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

DISPARITAS PEMIDANAAN DITINJAU DARI KEADILAN BERBASIS EKPEDIENSI PADA PUTUSAN PENGADILAN TENTANG TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN


Pengarang

Dian Alifya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Dahlan - 196704041993031004 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Saleh - 196108191989031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2003201010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S2) / PDDIKTI : 74101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FakultasHukum., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini memperoleh pemahaman tentang makna kepastian hukum, ekspediensi dan keadilan bagi para pihak yang mengalami proses hukum dari putusan-putusan pengadilan di berbagai tingkat peradilan pidana. Dengan memahami makna dari kepastian hukum, ekspediensi dan keadilan dapat dilihat kesenjangan dalam amar putusan hakim dalam suatu perkara dengan amar putusan hakim lainnya di tingkat yang berbeda dianalisis menggunakan konsep Gustav Radbruch. Dimensi hukum ini direfleksi pada putusan pengadilan terhadap kasus pembunuhan, yang dilakukan oleh Romi Sepriawan, yang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor 328/Pid.B.2019/PN.Bgl., putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu Nomor 96/Pid/2019 PT Bgl dan Putusan Kasasi Nomor 187 K/Pid/2020. Selanjutnya putusan pengadilan atas tindak pidana pembunuhan oleh M. Reza Fahlevi, berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor 906 Pid.B/2020/PN Mdn, Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 1250/Pid/2020 PT Mdn serta Putusan Kasasi Nomor 300 K/Pid/2021.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran keberadaan dimensi-dimensi kepastian hukum, ekspediensi dan keadilan dalam pertimbangan majelis hakim pada berbagai tingkat pengadilan pidana yang menimbulkan disparitas putusan secara vertical. Selanjutnya penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang muatan keadilan pada pertimbangan hukum di dalam putusan hakim pada berbagai tingkat pengadilan tersebut yang masing-masing merujuk pada kriteria tertentu baik yang sebagaimana dimensi-dimensi filsafat hukum Radbruch.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kasus atau ratio decidendi, yaitu alasan-alasan dan penalaran hukum yang digunakan hakim berdasarkan perspektif atau aliran filsafat hukum tertentu untuk sampai pada putusannya. Sumber dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan putusan hakim tentang kasus tindak pidana pembunuhan dan interview dengan majelis hakim yang mengadili perkara Romi dan Reza maupun hakim-hakim lain.
Landasan teori dalam penelitian ini menggunakan teori filsafat hukum Gustav Radbrcuh tentang ide hukum yaitu keadilan, kepastian hukum dan ekspediensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan tindak pidana pembunuhan di tingkat pengadilan pertama, tingkat banding dan tingkat kasasi mengandung dimensi-dimensi filosofis yang disajikan dalam kerangka Radbruch. Sedangkan dalam keadilan yang sarat akan unsur-unsur keadilan berbasis ekspediensi terdapat dalam pertimbangan hakim pada pengadilan tingkat pertama.
Disarankan agar keadilan dalam suatu putusan, baik yang berbasis ekspediensi ataupun kepastian hukum dapat dijabarkan secara deskriptif, maka majelis hakim perlu menulis setiap unsur-unsur yang merupakan komponen dari ekspediensi maupun kepastian hukum dalam pertimbangannya, sehingga dapat dilihat mana yang lebih dominan dalam suatu putusan.
Kata Kunci : ekspediensi, kepastian hukum, keadilan.

This research gains an understanding of the meaning of legal certainty, expediency and justice for the parties who experience the legal process of court decisions at various levels of criminal justice. By understanding the meaning of legal certainty, expediency and justice, it can be seen that the gap in the judge's decision in a case with the decisions of other judges at different levels is analyzed using the Gustav Radbruch concept. This legal dimension is reflected in the court decision on the murder case, which was committed by Romi Sepriawan, based on the Bengkulu District Court Decision Number 328/Pid.B.2019/PN.Bgl., the High Court Decision Number 96/Pid/2019 PT Bgl and, Number 187 K/Pid/2020. Furthermore, the court decision made by M. Reza Fahlevi, based on Court Decision Number 906 Pid.B/2020/PN Mdn and High Court Decision Number 1250/Pid/2020 PT Mdn. The purpose of this study is to obtain an overview of the existence of the dimensions of legal certainty, expediency and justice in the consideration of the panel of judges at various levels of the criminal court that lead to disparities in the decisions of the courts of district, appellate and supreme court. Furthermore, this study also aims to gain an understanding that explains the content of justice in the consideration of the judges' decisions at the district, appellate and supreme court, each of which refers to certain criteria that are the same and in accordance with or different from the dimensions of Radbruch's legal philosophy. This research method uses a case approach or ratio decidendi, namely the reasons and legal reasoning used by judges based on a certain perspective or flow of legal philosophy to arrive at their decision. Sources and techniques of data collection were carried out by collecting judges' decisions on murder cases. The theoretical basis in this study uses Gustav Radbrcuh's theory of legal philosophy about legal ideas, namely certainty, justice and expediency. The results of the study indicate that the verdict of the crime of murder at the first, second and cassation levels contains philosophical dimensions which are presented in the Radbruch framework. Meanwhile, the significance of court decisions at the first level, appeals and cassation in the consideration of the panel of judges at the first level fulfills the humanitarian elements. It is recommended that justice in a court decision, whether based on expediency or legal certainty, can basically be described descriptively, but the panel of judges needs to write down each element that is a component of expediency or legal certainty, so that it can be seen which one is more dominant in decision.

Citation



    SERVICES DESK