//

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANGTUA DAN ANAK DALAM MEMBERIKAN PENGETAHUAN BAHASA DAERAH DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang sabarudin - Personal Name
SubjectCOMMUNICATION
PARENT-CHILD RELATIONS
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Hukum

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Komunikasi Antarpribadi Orangtua dan Anak dalam Memberikan Pengetahuan Bahasa Daerah Di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi antarpribadi orang tua dan anak dalam memberikan pengetahuan bahasa daerah, untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi orangtua dalam memberikan pengetahuan bahasa daerah, untuk mengetahui peran orangtua dalam melestarikan bahasa daerah dalam keluarga dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunikasi antarpribadi orangtua dan anak dalam memberikan pengetahuan bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R (Stimulus- Organism- Response), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan (mixed methods) antara penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan alat pengumpulan data adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Dalam penelitian ini, cara pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling dan yang menjadi sampel sebanyak 47 orang. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis tabel tunggal dan kemudian diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi antarpribadi orangtua dan anak dalam memberikan pengetahuan bahasa daerah sudah berjalan efektif, tetapi intensitas penggunaan bahasa daerah ketika berkomunikasi masih kurang, hanya 27,6% saja yang menggunakan bahasa daerah ketika berkomunikasi dan 31,9 % orangtua menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa untuk berkomunikasi sehari hari. Dengan demikian perkembangan bahasa daerah dalam keluarga sudah berjalan, meskipun dengan tingkat perkembangan yang masih rendah. Motivasi orangtua memberikan pengetahuan bahasa daerah adalah untuk melestarikan bahasa daerah yang menjadi identitas suku atau budaya dan menambah jumlah penutur bahasa daerah suku mereka serta bagi suku pendatang agar anak dapat berintraksi dengan bahasa daerah ketika pulang kampung.. Faktor penghambat orangtua memberikan pengetahuan bahasa daerah adalah perbedaan suku antara kedua orangtua yaitu ayah dan ibu, tingkat kesulitan bahasa daerah yang dianggap cukup tinggi dan lingkungan yang sudah terbiasa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi, Penggunaan Bahasa Daerah Banda Aceh, 22 September 2014 Sabarudin

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA GAYO PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR PAJAK PAGI KUTELINTANG KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Resky Anggara, 2016)

KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI KEPADA PEGAWAI DI KECAMATAN KUTAPANJANG KABUPATEN GAYO LUES (ASMIRAWATI, 2021)

EVALUASI KEBERHASILAN PROGRAM INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK SAPI DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (SAID IBAR, 2020)

ETNOBOTANI MASYARAKAT GAYO DI KECAMATAN BLANGKEJEREN, KABUPATEN GAYO LUES (Tuti Wahyuni, 2019)

ANALISIS PENGGUNAAN PANTUN DALAM BUDAYA MASYARAKAT GAYO LUES (Susi Susanti, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy