//

ANALISA FILOGENETIK FAMILI DIPTEROCARPACEAE BERDASARKAN DNA BARCODING MATK

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Ulfi Maulida - Personal Name
SubjectALGORITHMS - COMPUTER PROGRAMMING
GENETICS-PLANTS
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

Analisa filogenetik famili Dipterocarpaceae berdasarkan dna barcoding matK bertujuan untuk menganalisa hubungan kekerabatan dari beberapa spesies famili Dipterocarpaceae dan membandingkan hasil analisa berdasarkan nilai bootstrap dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun pohon filogenetik menggunakan algoritma Neighbor-joining, Maximum Parsimony dan Maximum Likelihood. Adapun tahapan analisa terdiri dari pengumpulan data, pengubahan struktur nama sekuen, penjajaran sekuen, konstruksi pohon, evaluasi pohon dan analisa pohon. Hasil analisa kekerabatan dari ketiga metode (Neighbor-joining, Maximum parsimony dan Maximum likelihood) menunjukkan bahwa genus Dipterocarpus tidak membentuk monophyletic group dengan genus lain dari tribe Dipterocarpaceae. Pohon filogenetik dengan algoritma Maximum likelihood memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan algoritma Neighbor-joining maupun Maximum parsimony. Sedangkan waktu tercepat yang dibutuhkan untuk konstruksi pohon filogenetik secara berurutan yaitu algoritma Neighbor-joining, Maximum parsimony dan Maximum likelihood. Kata Kunci: Filogenetik, neighbor-joining, maximum parsimony, maximum likelihood Phylogenetic analysis of family Dipterocarps based on dna barcoding matK aims to analyze the phylogenetic relationship of some species Dipterocarps and to compare the result of the analysis based on bootstrap values and the time required to construct the phylogenetic tree using the neighbor-joining, maximum parsimony and maximum likelihood algorithm. The analysis stage consists of collecting data, changing the structure of the sequences name, sequences alignment, tree building, tree evolution and analysis of tree. The result of the analysis of all three methods (neighbor-joining, maximum parsimony and maximum likelihood) showed that the genus Dipterocarpus do not a monophyletic group with other genera of the tribe Dipterocarpeae. Phylogenetic trees with maximum likelihood algorithm has a higher accuracy then neighbor-joining or maximum parsimony and the fastest time required for construction of phylogenetic trees sequentially is neighbor-joining, maximum parsimony and maximum likelihood. Keyword: Phylogenetic, neighbor-joining, maximum parsimony, maximum likelihood

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISA FILOGENETIK SUKU DIPTEROCARPACEAE BERDASARKAN GEN KLOROPLAS MATK MENGGUNAKAN ALGORITMA BAYESIAN INFERENCE (Mirna Yunita, 2015)

ANALISIS DAN REKONSTRUKSI POHON FILOGENETIK BERDASARKAN GENOM NUKLEUS DAN KLOROPLAS PADA FAMILIA DIPTEROCARPACEAE (Audina Yoeliarniza, 2017)

ANALISIS FILOGENETIK BERDASARKAN GEN RBCL DAN GEN MATK PADA SUKU DIPTEROCARPACEAE DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER, ACEH TENGGARA (Nir Fathiya, 2018)

PERANCANGAN APLIKASI KUNCI IDENTIFIKASI MOLEKULER TRIBE SHOREAE (DIPTEROCARPACEAE) BERDASARKAN CPDNA MATK (Aisyah Humaira, 2018)

ANALISIS PERBANDINGAN GEN MATK, RBCL DAN KOMBINASI MATK+RBCL SEBAGAI BARCODE TUMBUHAN DIKOTIL (Intan, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy