TINDAK PIDANA PERDAGANGAN AIR RAKSA (MERCURY) TANPA SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN BAHAN BERBAHAYA (SIUP-B2) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BIREUEN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINDAK PIDANA PERDAGANGAN AIR RAKSA (MERCURY) TANPA SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN BAHAN BERBAHAYA (SIUP-B2) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BIREUEN)


Pengarang

MIFTAHUL HUSNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mahfud - 198004152005011003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010104

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum (S1)., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


Abstrak – Penelitian bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Air Raksa (Mercury) tanpa Surat Izin Usaha Perdagangan Bahan Berbahaya (SIUP-B2), pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana bersyarat kepada pelaku dan menjelaskan upaya penanggulangan tindak pidana perdagangan air raksa (mercury). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan air raksa (mercury) tanpa SIUP-B2 yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor kurangnya pengetahuan tentang kesadaran hukum dan perizinan dan faktor tingginya permintaan mercury. Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana bersyarat kepada pelaku didasarkan pada kepercayaan nya bahwa penjatuhan pidana bersyarat telah memberikan efek jera bagi pelaku. Upaya penanggulangan yang dilakukan yaitu upaya penyuluhan hukum, pengawasan dan penindakan. Disarankan kepada pelaku usaha, untuk menaati segala aturan hukum yang berlaku dan kepada Hakim Pengadilan Negeri Bireuen diharapkan agar memberikan putusan yang seadil-adilnya kepada pelaku. Kepada pihak DPM-PTSP dan Polres Bireuen agar melakukan sosialisi tentang perizinan perdagangan mercury dan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

Abstract - This research aims to analyse the factors causing the occurrence of the Mercury Trading Crime without a Hazardous Materials Trading Business License (SIUP-B2), the judge's considerations in imposing conditional penalties on the perpetrators and explicate the efforts to overcome the mercury trade crime. The results of this research showed that the causative factors behind the criminal act of trading mercury without SIUP-B2 are the economic factors, education factors, lack of knowledge regarding the legal awareness and licensing and high demand for mercury. The judge's consideration in imposing a conditional penalty decision on the perpetrator is based on their belief that the imposition of a conditional sentence has provided a deterrent effect for the perpetrator. The conducted countermeasures are the legal counseling, supervision and prosecution. It is recommended to business actors, they should obey all of the applicable legal rules and to the Bireuen District Court Judges should give the fairest decision to the perpetrators. To the DPM-PTSP and the Bireuen District Police should conduct a dissemination on the mercury trade licensing and legal counseling to the public.

Citation



    SERVICES DESK