PERANCANGAN SUPPLY CHAIN DAN ANALISIS VALUE CHAIN UNTUK PENGEMBANGAN USAHA PRODUK TURUNAN MINYAK NILAM GEUNTEUT, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANCANGAN SUPPLY CHAIN DAN ANALISIS VALUE CHAIN UNTUK PENGEMBANGAN USAHA PRODUK TURUNAN MINYAK NILAM GEUNTEUT, ACEH BESAR


Pengarang

MUHAMMAD FIRDHA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Friesca Erwan - 198405172019011101 - Dosen Pembimbing I
Raihan Dara Lufika - 199412282020122004 - Dosen Pembimbing II
Suhendrianto - 197712092006041001 - Penguji
Nur Izzaty - 198408072019032011 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1804106010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nilam Aceh merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki banyak manfaat dan keunikannya. Hampir di setiap Wilayah Aceh ditanami tanaman nilam, salah satunya di Desa Geunteut yang berada di Lhoong, Aceh Besar. Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC USK) membuat suatu program sustainable farming yang salah satunya akan menjadi bisnis milik desa sehingga desa tersebut menjadi salah satu perintis dalam pengembangan nilam di Aceh pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aliran supply chain, menghitung value chain sehingga dapat mengembangkan usaha dari produk turunan minyak nilam di Desa Geunteut. Pada perancangan supply chain diawali dengan menentukan lima stakeholders utama sebagai dasar dari strategi pengembangan industri nilam di Aceh, yaitu pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kemudian menentukan aliran supply chain dimana supplier utama dari pembuatan produk turunan minyak nilam adalah ARC USK. Pada analisis value chain, diawali dengan membuat rantai nilai general dari tanaman nilam dan membuat bagan porter’s generic value chain yang menggambarkan rantai kegiatan umum dari suatu proses bisnis. Hasil penelitian mengenai perhitungan value chain menunjukkan bahwa nilai R/C rasio pada produk parfum sebesar 1,71 dan pada produk sabun cuci piring sebesar 1,63 yang artinya menguntungkan. Karena, nilai R/C rasio 1,71>1 dan 1,63>1 membuktikan bahwa setiap pengeluaran Rp.100 memberikan penerimaan sebesar Rp.171 untuk produk parfum dan Rp.163 untuk produk sabun cuci piring. Strategi perkembangan usaha untuk produk turunan minyak nilam menggunakan pendekatan bauran pemasaran,
yaitu product, price, place, dan promotion.
Kata Kunci: Tanaman Nilam, Minyak Nilam, Supply Chain, Value Chain, R/C Rasio, Bauran Pemasaran.

Aceh Patchouli is one of the essential oil-producing plants that many benefits and uniqueness. Almost every area of Aceh is planted with patchouli plants, one of them is in Geunteut Village in Lhoong, Aceh Besar. Essential Research Center of Syiah Kuala University (ARC USK) created a program sustainable farming which will become a village-owned business so the village becomes one of the pioneers in patchouli development in Aceh in the future. This study aims to design a supply chain flow, analysis the value chain so that it can develop a business from patchouli oil derivative products in Geunteut Village. The design of the supply chain begins with determining five main stakeholders as the basis of the patchouli industry development strategy in Aceh, namely the government, universities, the business world, communities, and the media. Then determine the supply chain flow where the main supplier of the manufacture of patchouli oil derivative products is ARC USK. In the calculation of the value chain, it begins with creating a general value chain of patchouli plants and creating a porter's generic value chain chart that describes the general chain of activities of a business process. The results of the study on value chain calculation showed that the R/C ratio value in perfume products was 1,71 and in dish soap products was 1,63, which means it is profitable. Because, the R/C ratio of 1,71>1 and 1,63>1 proves that every expenditure of Rp.100 gives a receipt of Rp.171 for perfume products and Rp.163 for dish soap products. The business development strategy for patchouli oil derivative products uses the marketing mix approach, namely product, price, place, and promotion. Keywords: Patchouli Plant, Patchouli Oil, Supply Chain, Value Chain, R/C Ratio, Marketing Mix.

Citation



    SERVICES DESK