ESTIMASI KEKUATAN GEMPA BUMI DI PROVINSI ACEH MENGGUNAKAN METODE KRIGING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ESTIMASI KEKUATAN GEMPA BUMI DI PROVINSI ACEH MENGGUNAKAN METODE KRIGING


Pengarang

MUHAMMAD FAKHRI HAIKAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Latifah Rahayu Siregar - 198409282015042002 - Dosen Pembimbing I
Samsul Anwar - 198509062010031003 - Dosen Pembimbing II
Evi Ramadhani - 197309281998022001 - Penguji
Ridha Ferdhiana - 197302141998022001 - Penguji
Nurhasanah - 197405192008012007 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1708108010050

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA (S1)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

519.544

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari. Seringnya terjadi gempa bumi di Provinsi Aceh disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya letak geografis Provinsi Aceh yang berada di antara 3 lempeng dunia dan berada di jalur cincin api pasifik. Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan mempelajari karakteristik gempa bumi yang terjadi di Provinsi Aceh dan mengestimasi kekuatan gempa bumi di Provinsi Aceh untuk melihat daerah yang dapat berpotensi memiliki kekuatan gempa bumi yang besar. Estimasi kekuatan gempa bumi dapat dilakukan menggunakan metode Kriging. Metode Kriging merupakan suatu metode dalam geostatistika untuk mengestimasi nilai pada lokasi yang belum atau tidak tersampel berdasarkan kedekatan nilai spasial pada lokasi tersampel di sekitarnya dengan menggunakan model struktural semivariogram. Secara umum kriging terbagi menjadi tiga yaitu Simple Kriging, Ordinary Kriging, dan Universal Kriging. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berisi titik koordinat beserta kekuatan gempa bumi (Magnitudo) di Provinsi Aceh dari tahun 1990 hingga 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi kekuatan gempa bumi di Provinsi Aceh menggunakan metode kriging. Penelitian ini menggunakan metode Universal Kriging dikarenakan memenuhi asumsi dimana data terdapat trend tertentu dan memiliki pencilan. Penentuan model terbaik dilakukan dengan membandingkan nilai dari semivariogram teoritis yaitu model spherical, model exponential, dan model gaussian yang memiliki nilai Mean Square Error (MSE) terkecil. Model semivariogram spherical dipilih karena memiliki nilai MSE terkecil yaitu sebesar 0,027 dengan nugget (C0) sebesar 0,12, sill (C) sebesar 0,365 dan range (a) sebesar 0,695. Nilai estimasi kekuatan gempa bumi terbesar diperoleh sebesar 8,8 M yang terjadi pada daerah Aceh Singkil dan utara laut Simeulue.

Earthquakes are natural disasters that cannot be avoided. The frequent occurrence of earthquakes in Aceh Province is caused by several factors including the geographical location of Aceh Province which is between 3 world plates and is in the path of the Pacific Ring of Fire. One of the mitigation efforts that can be done is to study the characteristics of earthquakes that occur in Aceh Province and estimate the strength of earthquakes in Aceh Province to see which areas have the potential to have a large earthquake strength. The estimation of earthquake strength can be done using the Kriging method. The Kriging method is a method in geostatistics for estimating values at unsampled or unsampled locations based on the proximity of spatial values to surrounding sampled locations using a semivariogram structural model. In general, kriging is divided into three, namely Simple Kriging, Ordinary Kriging, and Universal Kriging. The data used is secondary data containing the coordinates of the earthquake strength (Magnitude) in Aceh Province from 1990 to 2020. This study aims to determine the estimation of earthquake strength in Aceh Province using the kriging method. This study uses the Universal Kriging method because the data meet the assumptions where the data has a certain trend and has outliers. Determination of the best model is done by comparing the values of the theoretical semivariogram, namely the spherical model, exponential model, and gaussian model which have the smallest Mean Square Error (MSE) value. The spherical semivariogram model was chosen because it has the smallest MSE value of 0.027 with 0.12 nugget (C0), 0.365 sill (C) and 0.695 range (a). The estimated value of the largest earthquake strength was obtained at 8.8 M which occurred in the Aceh Singkil area and the north sea of Simeulue.

Citation



    SERVICES DESK