PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI NEGARA OIC (ORGANIZATION OF ISLAMIC COOPERATION) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI NEGARA OIC (ORGANIZATION OF ISLAMIC COOPERATION)


Pengarang

Dewi Ayu Muliani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Suriani - 197505062006042001 - Dosen Pembimbing I
Chenny Seftarita - 198009182008012014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2001201010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI : 60101

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Ekonomi., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel makroekonomi terhadap perbankan syariah di Negara OIC (Organization of Islamic Cooperation). Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel tahunan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2020. Variabel makroekonomi dari penelitian ini diwakili oleh variabel suku bunga (SK), gross domestic product perkapita (GDPC), jumlah uang beredar (JUB), inflasi (INF), dan kurs (KRS). Sedangkan perbankan syariah diwakili oleh variabel total aset (TA). Dengan menggunakan metode analisis data Panel Vector Error Correction Model (PVECM), penelitian ini menunjukkan beberapa hasil, yaitu; variabel suku bunga (SK) berpengaruh dalam jangka panjang dan jangka pendek terhadap total aset bank syariah. Variabel jumlah uang beredar (JUB) berpengaruh dalam jangka panjang dan jangka pendek terhadap total aset bank syariah. Variabel GDP perkapita (GDPC) berpengaruh dalam jangka panjang dan jangka pendek terhadap total aset bank syariah. Variabel Inflasi (INF) berpengaruh dalam jangka panjang dan tidak berpengaruh jangka pendek terhadap total aset bank syariah. Implikasi dari penelitian adanya upaya dari setiap pihak untuk menegaskan kembali bahwa suku bunga tidak boleh dijadikan acuan dalam penerapan nisbah di bank syariah, mengupayakan berbagai pelayanan terbaik agar bank syariah mampu mengungguli bank konvensional.

This study aims to determine the effect of macroeconomic variables on Islamic banking in OIC (Organization of Islamic Cooperation) countries. This study uses secondary data in the form of annual panel data from 2005 to 2020. The macroeconomic variables of this study are represented by interest rate (SK), gross domestic product per capita (GDPC), money supply (JUB), inflation (INF), and the exchange rate (KRS). Meanwhile, Islamic banking is represented by the total asset (TA) variable. By using the Panel Vector Error Correction Model (PVECM) data analysis method, this study showed several results, namely; The interest rate variable (SK) has an effect in the long term and short term on the total assets of Islamic banks. The variable amount of money in circulation (JUB) has an effect in the long term and short term on the total assets of Islamic banks. The variable GDP per capita (GDPC) has an effect in the long and short term on the total assets of Islamic banks. Inflation variable (INF) has an effect in the long term and does not affect the total assets of Islamic banks in the short term. The implication of the research is there are efforts from each party to reaffirm the interest rates should not be used as a reference in the application of nisbah in Islamic banks, seeking the best services so that Islamic banks are able to outperform conventional banks.

Citation



    SERVICES DESK