IDENTIFIKASI SALINITAS TANAH DAN KUALITAS AIR DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

IDENTIFIKASI SALINITAS TANAH DAN KUALITAS AIR DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Rini Ermiana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Suhendrayatna - 196701011993031004 - Dosen Pembimbing I
Sugianto - 196502231992031003 - Dosen Pembimbing II
Ichwana - 197301031998022001 - Penguji
Izarul Machdar - 196509201992031003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1709200300007

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Pengelolaan Lingkungan (S2) / PDDIKTI : 95101

Penerbit

Banda Aceh : Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bencana Tsunami Aceh tahun 2004 telah menyebabkan perubahan sifat fisik tanah, terutama kondisi salinitas tanah dan air, di wilayah pesisir, yang kemudian berdampak pada aktivitas harian manusia, termasuk aktivitas pertanian. Kecamatan Baitussalam merupakan kecamatan pesisir yang terkena dampak paling parah bencana tsunami dan juga salah satu kecamatan yang memiliki populasi penduduk terbesar dengan potensi kegiatan pertanian di wilayah Aceh Besar yang cukup menjanjikan. Penelitian ini betujuan untuk mengidentifikasi salinitas tanah dan kualitas air di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling pada lokasi yang telah dipilih di. Pada lokasi, pengukuran dan pengambilan sampel diambil sebanyak 26 titik. Konduktivitas listrik diukur menggunakan alat meteran Geonics EM38, sampel tanah diuji pada Balai Pengujian Penelitian dan Pengembangan Lingkungan, dan sampel air diuji pada laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kecamatan Baitussalam merupakan lahan untuk non pertanian. Tekstur tanah di 26 titik lokasi penelitian sebagian besar adalah pasir berlempung dengan tingkat salinitas tanah umumnya berada pada kategori sedang dengan angka salinitas 2-4 dS/m, dan terdapat korelasi positif antara pengukuran konduktivitas di lapangan dengan pengukuran salinitas di laboratorium Kualitas air beberapa parameter secara keseluruhan dinilai cukup baik, dan dapat dimanfaatkan untuk air minum, air bersih, budidaya perikanan dan pertanian Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam pengendalian dan pengembangan aktivitas, terutama pertanian, di wilayah pesisir Aceh Besar, dan dapat menerapkan teknologi pengelolaan tanah yang tepat untuk daerah dengan salinitas tertentu sehingga tanah dapat dimaksimalkan fungsinya
Kata Kunci: salinitas tanah, kualitas air, pertanian.

Tsunami disaster that hit Aceh in 2004 has caused the alteration of soil and water physical characteristics, especially the salinity, in the coastal area, which then affected human daily activities, including agricultural activities. Kecamatan Baitussalam is one of coastal region which was heavily destructed by the tsunami and also one of the most populous region in Kabupaten Aceh Besar with high potential in agriculture. this research is aimed to assess the soil and water salinity in coastal area of Kecamatan Baitussalam 16 years after tsunami. The Sampling method used in this research is purposive sampling method in chosen locations. In location, measurement and sampling are done in 26 points. Soil samples are going to be measured with electromagnetic induction using Geonics EM38 and water samples are going to anallyzed in Laboratory. Method used in this research is descriptive quantitative. The results showed that most of the land use in Kecamatan Baitussalam is non-agricultural land. The soil texture in the 26 site locations is mostly loamy sand with soil salinity levels are medium in the range number 2-4 dS/m, and there is a positive correlation between conductivity measurements in the field and salinity measurements in the laboratory. It is considered that water quality is quite good overall, and can be used for drinking water, clean water, aquaculture and agriculture. The output of the research is expected to be valuable parameter in the controlling and development of the activities, especially agriculture, in coastal area of Aceh Besar, and can apply appropriate soil management technology for areas with a certain salinity so that the soil function can be maximized. Keywords: Soil salinity, water quality, agriculture.

Citation



    SERVICES DESK