ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

HABIB DWI SIGA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muyassir - 196404211993091001 - Dosen Pembimbing I
Zainabun - 195912071985032002 - Dosen Pembimbing II
Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Penguji
Teuku Alvisyahrin - 196203301988111003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1605108010048

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


RINGKASAN

Pengembangan wilayah memiliki tujuan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan mendorong laju pertumbuhan wilayah dalam hal ini pemerintah daerah haruslah terlebih dahulu mengetahui komoditas unggulan di daerahnya. Disisi lain pengembangan dan produksi komoditi unggulan di Pidie Jaya cenderung mengalami stagnasi dalam satu dekade belakangan ini sedangkan animo masyarakat Pidie Jaya untuk pengembangan komoditi kopi sangat tinggi. Kopi merupakan komoditas ekspor penting bagi indonesia yang mampu menyumbang devisa yang cukup besar dengan volume ekspor rata- rata dari tahun 2006-2010 sebesar 414.169,6 ton. Posisi tersebut menunjukkan bahwa peranan petani kopi dalam perekonomian nasional dan lokal cukup signifikan. Salah satu upaya dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi wilayah, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memerlukan adanya pengembangan industri berbasis komoditas perkebunan dalam pengembangan wilayahnya yaitu melalui rencangan pengembangan perkebunan kopi rakyat yang bertujuan menentukan tingkat kesesuaian lahan tanaman kopi robusta di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya.
Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif, yaitu melalui kegiatan survei lapangan dan analisis laboratorium. pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak/random (random sampling) pada masing-masing satuan peta lahan (SPL) yang dibentuk berdasarkan penggunaan lahan, jenis tanah dan lereng hasil overlay didapat 14 satuan lahan. Selanjutnya dilakukan analisa dan interpretasi untuk menilai tingkat kesuburan kimia tanah. Data hasil analisis sampel tanah kemudian digunakan untuk penilaian kesesuaian lahan dan membandingkan karakteristik/kualitas lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman kopi Robusta.
Hasil penelitian terdapat 3 Kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 terdiri dari 2 sub kelas tersebar dalam 5 SPL dengan total luas area 3.448,05 Ha. Kelas S3 (sesuai marginal) terdiri dari 3 (tiga) sub kelas tersebar dalam 6 SPL dengan total luas areal mencapai 4.078,77
Ha. Dan kelas lahan tidak sesuai (N) yang tersebar dalam 2 SPL dengan total luas 1.324,64
Ha. Kelas kesesuaian lahan aktual S2 dilakukan perbaikan Penambahan pengapuran, penambahan pupuk organik dan anorganik dalam jumlah rendah sampai sedang menghasilkan kesesuaian lahan potensial dengan kelas sangat sesuai (S1) luas 3.448,95 Ha dan untuk kelas kesesuaian lahan S3 setelah dilakukan pembuatan terasering, pengapuran, penambahan pupuk organik dan anorganik dalam jumlah tinggi sampai sangat tinggi menghasilkan kesesuaian lahan potensial S2 dengan luas 3.578,01 Ha untuk kelas kesesuaian lahan S3 karena faktor tekstur tanah sangat halus dengan luas 497,76 Ha.

Regional development has the aim of increasing the rate of economic growth and encouraging the rate of regional growth, in this case the regional government must first know the superior commodities in the region. On the other hand, the development and production of leading commodities in Pidie Jaya has tended to stagnate in the past decade, while the interest of the people of Pidie Jaya for the development of coffee commodities is very high. Coffee is an important export commodity for Indonesia which is able to contribute quite a lot of foreign exchange with an average export volume from 2006-2010 of 414,169.6 tons. This position shows that the role of coffee farmers in the national and local economy is quite significant. One of the efforts to encourage the rate of regional economic growth, the Government of Pidie Jaya Regency requires the development of plantation commodity- based industries in the development of its territory, namely through a smallholder coffee plantation development plan which aims to determine the level of suitability of Robusta coffee plantations in Bandar Baru District, Pidie Jaya Regency. This study uses a descriptive survey method, namely through field survey activities and laboratory analysis. Soil sampling was carried out randomly (random sampling) on each land map unit (SPL) which was formed based on land use, soil type and slope overlay results obtained by 14 land units. Furthermore, analysis and interpretation are carried out to assess the level of soil chemical fertility. The data from the analysis of the soil samples were then used to assess land suitability and compare the characteristics/quality of the land with the requirements for growing Robusta coffee plants. The results showed that there were 3 land suitability classes, namely S2 class consisting of 2 sub classes spread over 5 SPLs with a total area of 3,448.05 Ha. The S3 class (marginally appropriate) consists of 3 (three) sub-classes spread over 6 SPLs with a total area of 4,078.77 Ha. And the land class is not suitable (N) which is spread over 2 SPLs with a total area of 1,324.64 Ha. The actual land suitability class S2 was improved. The addition of liming, the addition of organic and inorganic fertilizers in low to moderate amounts resulted in potential land suitability with a very suitable class (S1) covering an area of 3,448.95 Ha and for the S3 land suitability class after making terracing, liming, adding Organic and inorganic fertilizers in high to very high amounts resulted in potential S2 land suitability with an area of 3,578.01 Ha for S3 land suitability class because the soil texture factor was very fine with an area of 497.76 Ha.

Citation



    SERVICES DESK