EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGANRNSEREWANGI (CYMBOPOGON NARDUS L) DI KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGANRNSEREWANGI (CYMBOPOGON NARDUS L) DI KABUPATEN PIDIE


Pengarang

DIKI RAHMAYADI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 196512311992031039 - Dosen Pembimbing II
Muyassir - 196404211993091001 - Penguji
Ilyas - 196512311993031021 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1505108010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian (S1)., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kesesuaian lahan adalah penggambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu, misalnya komuditas terpilih. Pada dasarnya kelas kesesuaian lahan suatu areal tergantung pada jenis penggunaan lahan yang sedang dipertimbangkan, dimana tingkat atau kelas kesesuaian lahan antara satu jenis tanaman dengan tanaman lainnya adalah berbeda sesuai dengan kebutuhan dan keadaan lahan yang dikehendaki oleh jenis tanaman tersebut. Serewangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman atsiri dari family Gramineae yang banyak digunakan dalam berbagai industri parfum, kosmetik, makanan, minuman dan obat-obatan. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Tujuan penelitian ini menentukan tingkat kesesuaian lahan dan mengetahui sebaran Serewangi dan luas lahan yang berpotensi untuk pengembangan tanaman Serewangi (Cymbopogon nardus L) di Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Grong-grong, dan Kecamatan Batee Kabupaten Pidie. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pencocokan (matching) dan metode tumpang susun peta (overlay peta).
Kelas kesesuaian lahan di Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Grong-grong dan Kecamatan Batee Kabupaten Pidie secara aktual yaitu S2, S3 dan N dengan factor pembatas paling dominan adalah kimia tanah dan lereng curam. Setelah dilakukan perbaikan, secara potensial kesesuaian lahan pada pengembangan serewangi di kawasan tersebut menjadi cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3) yaitu dengan usaha pada sampel faktor pembatas lereng dapat diperbaiki dengan mengatur jarak tanam dan penanaman mengikuti kontur, pada sifat fisika tidak dapat dilakukan perbaikan sedangkan pada sifat kimia tanah dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk organik. Total keseluruahan luas yang dapat dikembangkan Serewangi di tiga kecamatan tersebut adalah seluas 6.706,30 ha dari kawasan budidaya. Kecamatan Padang Tiji dapat dikembangkan Serewangi seluas 4.913,14 ha, sedangkan Kecamatan Grong-grong dapat dikembangkan Serewangi seluas 287,63 ha, dan untuk Kecamatan Batee dapat dikembangkan Serewangi seluas 1.505,53 ha.

Land suitability is a description of the level of suitability of a plot of land for a particular use, for example a selected commodity. Basically the land suitability class of an area depends on the type of land use being considered, where the level or class of land suitability between one type of plant and another is different according to the needs and conditions of the land desired by the type of plant. Serewangi (Cymbopogon nardus L.) is one of the essential plants from the Gramineae family which is widely used in various perfumes, cosmetics, food, beverage and medicine industries. In addition, it is also used as a vegetable pesticide for controlling plant pests and diseases. The purpose of this study was to determine the level of land suitability and to determine the distribution of Serewangi and the area of land that has the potential for the development of the Serewangi plant (Cymbopogon nardus L) in Padang Tiji District, Grong-grong District, and Batee District, Pidie District. The research methods used in this study include the matching method and the map overlay method. The actual land suitability classes in Padang Tiji, Grong-grong and Batee sub-districts, Pidie district, are actually S2, S3 and N with the most dominant limiting factors being soil chemistry and steep slopes. After improvements have been made, potentially the land suitability of the Serewangi development in the area becomes quite suitable (S2) and marginally suitable (S3), namely by working on the slope limiting factor sample, it can be improved by adjusting the spacing and planting to follow the contour, on the physical properties it cannot be improvements were made while the chemical properties of the soil could be improved by applying organic fertilizers. The total area that can be developed by Serewangi in the three sub-districts is 6,706.30 ha of cultivated area. Padang Tiji District can develop Serewangi area of 4,913.14 ha, while Grong-grong District can develop Serewangi area of 287.63 ha, and for Batee District Serewangi can be developed covering an area of 1,505.53 ha.

Citation



    SERVICES DESK