EFEKTIVITAS LACTOBACILLUS REUTERI TERHADAP KADAR BILIRUBIN SERUM PADA HIPERBILIRUBINEMIA NEONATUS DENGAN TERAPI SINAR DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EFEKTIVITAS LACTOBACILLUS REUTERI TERHADAP KADAR BILIRUBIN SERUM PADA HIPERBILIRUBINEMIA NEONATUS DENGAN TERAPI SINAR DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Deska Andina Rezki - Personal Name;

Dosen Pembimbing

19631116 199010 2 001 - - - Dosen Pembimbing I
19681011 199903 1 001 - - - Dosen Pembimbing II
Bakhtiar - 196612311999031004 - Penguji
Sulaiman Yusuf - 196302021992031002 - Penguji
Nora Sovira - 197907282006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1607601050004

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kesehatan Anak / PDDIKTI : 11711

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran (S2)., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Hiperbilirubinemia terjadi pada 60 % bayi aterem dan 80 % bayi prematur. Terapi sinar merupakan tatalaksana utama namun memiliki efek samping, berhubungan dengan rawatan rumah sakit dan menyebabkan bayi terpisah dari ibu. Mikroflora usus yang belum berkembang dan peningkatan sirkulasi enterohepatik pada bayi baru lahir berkontribusi terhadap peningkatan kadar bilirubin serum di awal kehidupan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh probiotik L. reuteri terhadap tatalaksana hiperbilirubinemia dengan terapi sinar pada neonatus cukup bulan. Metode: Dalam uji klinis acak tersamar ganda ini, bayi cukup bulan dengan hiperbilirubinemia secara acak dimasukkan ke dalam kelompok intervensi atau kontrol. Subjek pada kedua kelompok mendapat terapi sinar. Kelompok intervensi mendapat lima tetes probiotik sekali sehari via oral yang dicampur dengan ASI sebelum terapi sinar dimulai, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima ASI tanpa probiotik. Penurunan kadar bilirubin setelah terapi sinar 24 jam pada kedua kelompok dievaluasi. Hasil: Total 42 neonatus cukup bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dimasukkan dalam penelitian. Penurunan kadar BST setelah terapi sinar 24 jam pada kelompok intervensi sebanyak 6,517 mg/dL sedangkan pada kelompok kontrol 4,434 mg/dL, bermakna signifikan secara statistik (p

Background: Hyperbilirubinemia occurs in 60% of aterm and 80% of premature baby. Phototherapy is the main treatment but has side effects, associated with hospitalization and causes the baby to be separated from mother. The underdeveloped gut microflora and increased enterohepatic circulation in the newborn contribute to increase of serum bilirubin levels in early life. Objective: This study aimed to determine the effect of probiotic L. reuteri on the treatment of hyperbilirubinemia with phototherapy in term neonates. Methods: In this double-blind randomized clinical trial, aterm baby with hyperbilirubinemia were randomly assigned to either intervention or control groups. Subjects in both groups received phototherapy. The intervention group were also given five drops L. reuteri once a day orally mixed with breast milk before phototherapy was started, while the control group only received breast milk without probiotics. The decrease in bilirubin levels after 24-hour light therapy in both groups was evaluated. Results: A total of 42 term neonates who met the inclusion and exclusion criteria were included in this study. The decrease in BST levels after 24-hour light therapy in the intervention group was 6,517 mg/dL while in the control group it was 4,434 mg/dL, statistically significant (p

Citation



    SERVICES DESK