INDIKASI GEOGRAFIS PALA TAPAKTUAN - BLANGPIDIE DITINJAU RNDARI POLA RUANG KABUPATEN ACEH SELATANRNDAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INDIKASI GEOGRAFIS PALA TAPAKTUAN - BLANGPIDIE DITINJAU RNDARI POLA RUANG KABUPATEN ACEH SELATANRNDAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


Pengarang

Saras Ayu Malda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sugianto - 196502231992031003 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing II
Hairul Basri - 196702101991021001 - Penguji
Manfarizah - 196809081993032003 - Penguji
Zainabun - 195912071985032002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1805108010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Saras Ayu Malda. 1805108010010. Indikasi Geografis Pala Tapaktuan - Blangpidie Ditinjau dari Pola Ruang Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Bimbingan Sugianto sebagai ketua dan Muhammad Rusdi sebagai anggota.

RINGKASAN
Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya merupakan pusat produksi tanaman pala tetapi belum diakui dunia sebagai daerah penghasil utama tanaman pala karena belum terdapatnya pengakuan yang dituangkan dalam wujud hak kekayaan alam lokal yang dimiliki Aceh dan tercatat dalam wujud hak kekayaan intelektual secara wilayah yang kemudian dikenal dengan istilah Indikasi Geografis Pala (Distanbun, 2021). Perlindungan terhadap Indikasi Geografis (IG) Pala dipertimbangkan karena faktor alam/kondisi biofisik dan faktor manusia di Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya menghasilkan pala dengan kualitas khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain walaupun produk yang dihasilkan sama. Proses perlindungan IG Pala dapat dipercepat prosesnya dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Selain itu, selama ini belum ada kejelasan mengenai lahan pala yang berada di Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya apakah telah sesuai dengan peruntukan ruang pada RTRW Kabupaten atau belum.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan metode survei. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah persiapan, pra analisis, dan analisis. Proses pembuatan peta diawali dengan melakukan klasifikasi visual on screen pada citra resolusi tinggi kawasan kajian untuk mendapatkan Peta Tanaman Pala Eksisting yang kemudian dilakukan overlay dengan beberapa peta kondisi biofisik wilayah untuk menghasilkan Peta IG Pala Tapaktuan - Blangpidie. Peta IG Pala Tapaktuan - Blangpidie lalu di overlay dengan Peta Pola Ruang RTRW Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2016-2036 dan Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2013-2033 untuk mengetahui kesesuaian wilayah IG Pala Tapaktuan - Blangpidie terhadap Pola Ruang RTRW Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2016-2036 dan Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2013-2033.
Hasil analisis didapatkan luas wilayah IG Pala Tapaktuan-Blangpidie potensial dan telah dikembangkan oleh masyarakat adalah seluas 96.098,24 ha dengan rincian di Kabupaten Aceh Selatan seluas 69.469,21 ha dan di Kabupaten Aceh Barat Daya seluas 26.629,04 ha. Wilayah IG Pala terluas di Kabupaten Aceh Selatan terdapat di Kecamatan Meukek dengan luas 13.616,60 ha (14,17%) dan di Kabupaten Aceh Barat Daya wilayah IG Pala terluas terdapat di Kecamatan Blangpidie seluas 6.821,24 ha (7,10%). Kondisi biofisik wilayah IG Pala Tapaktuan - Blangpidie memiliki 5 kelas lereng, rentang ketinggian tempat 0 - 1600 meter diatas permukaan laut, dan 5 jenis tanah. Wilayah IG Pala Tapaktuan-Blangpidie yang sesuai dengan Pola Ruang RTRW Kabupaten Aceh Selatan seluas 26.654,58 ha (4,40%) dan Kabupaten Aceh Barat Daya seluas 13.865,10 ha (2,29%).

Citation



    SERVICES DESK