THE MEANING OF ACEHNESE SYAIR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

THE MEANING OF ACEHNESE SYAIR


Pengarang

SAUDATURRAHMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yunisrina Qismullah Yusuf - 198006172002122003 - Dosen Pembimbing I
Kismullah - 198104232008121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1806102020060

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Syair Aceh “Peusunat” adalah salah satu syair Aceh yang termasuk ke dalam seni verbal lokal di Aceh. Studi temuan mengenai penelitian Semantik dalam literatur lokal Aceh masih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna Syair Aceh berdasarkan perspektif Semantik dan melihat bagaimana kebudayaan masyarakat Aceh (kepercayaan dan kegiatan sosial) melalui Syair Aceh “Peusunat”. Analisis dilakukan dengan penerapan teori Leech (1981) tentang makna yang membagi makna menjadi tujuh jenis makna: makna konseptual, makna konotatif, makna sosial, makna afektif, makna reflektif, makna kolosif, makna kolosif, dan makna tematik; dan mewawancarai syeh yang menyanyikan syair. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif untuk mengetahui temuan penelitian ini. Setelah menganalisis data, ditemukan bahwa makna konotatif memiliki persentase terbanyak dengan 35% data dan makna kolosatif memiliki tampilan minimal dengan 2% data. Syair mewakili kepercayaan orang Aceh tentang berbuat baik kepada orang tua, merawat dan memperlakukan orang tua dengan baik; dan menunjukkan adanya budaya sosial pada masyarakat dalam merayakan peristiwa peusunat di masyarakat Aceh. Hasil dari penelitian ini seluruhnya dipengaruhi oleh budaya Aceh dan Islam.

Acehnese syair “Peusunat” is one of the Acehnese syair that persists in local verbal art in Aceh. Finding studies of the Semantics area in local literature of the Acehnese are still a little. This research aimed to see the meaning of the Acehnese Syair based on the Semantics perspective and discovering the Acehnese culture (beliefs and social activities). The analysis was done by the application of Leech’s theory (1981) of meaning which divides meaning into seven types of meaning: conceptual meaning, connotative meaning, social meaning, affective meaning, reflective meaning, collocative meaning, and thematic meaning; and interviewing the syeh who sing the syair. This research used a descriptive-qualitative method to determine the finding of this research. After analyzing the data, it was found that the connotative meaning has the most appearances with 35% of data and collocative meaning has a minimum appearance with 2% of data. The syair represent the beliefs of Acehnese about doing good to our parents, taking care and treating our parents; and shows the existence of social culture to celebrate peusunat events in the Acehnese community. The result was influenced by the Acehnese and Islamic culture.

Citation



    SERVICES DESK