ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACARES) BERDASARKAN SEBARAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN UTARA PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACARES) BERDASARKAN SEBARAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN UTARA PROVINSI ACEH


Pengarang

MAULANA WALI AKBAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Irham - 197108211999031001 - Dosen Pembimbing I
Ichsan Setiawan - 197806072006041004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1611103010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakulta Kelautan dan Perikanan., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak - Aceh merupakan salah satu penghasil komoditas Tuna terutama Tuna Sirip Kuning (Thunnus Albacares) terbesar di Indonesia, karena dikelilingi oleh Samudra Hindia dan Laut Andaman, dan memiliki nilai jual yang tinggi (KKP, 2020). Klorofil-a merupakan salah satu parameter biologi oseanografi yang berperan penting terhadap produktivitas primer di laut. Sebaran klorofil-a yang terkandung dalam fitoplanton dapat digunakan sebagai ukuran kesuburan di suatu perairan. Klorofil-a adalah pigmen hijau yang terdapat pada tumbuhan yang memanfaatkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Kurangnya informasi daerah penangkapan membuat nelayan di wilayah Aceh masih menggunakan tanda-tanda alam seperti keberadaan burung dan lokasi penangkapan yang sama sebagai daerah penangkapan, sehingga hasil penangkapan tidak efektif dan efesien. Kandungan klorofil-a pada bulan November relatif tinggi, karena didominasi oleh kandungan klorofil-a dengan nilai varian yang beragam. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana yang di lakukan, sebaran klorofil-a pada bulan November tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap hasil tangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning, dari hasil analisis terdapat koefesien determinasi (R Square) 0,18 yang artinya hubungan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning di bulan November 2020 hanya 18% dan 82% lainnya di pengaruhi oleh faktor lainnya, sedangkan pada bulan Desember dari hasil analisis terdapat koefesien determinasi (R Square) 0,02 yang artinya hubungan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning di bulan Desember 2020 hanya 2% dan 98% lainnya di pengaruhi oleh faktor lainnya. Berdasarkan data yang di ambil dari 12 sampel kapal yang menggunakan alat tangkap handline menunjukkan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) pada bulan November berjumlah 5.864 Kg minggu ke 1 berjumlah 1.446 Kg, pada minggu ke 2 berjumlah 1.889 Kg, pada minggu ke 3 berjumlah 896 Kg dan pada minggu ke 4 berjumlah 1.633 Kg, dan pada bulan Desember berjumlah 3.342 kg, minggu ke 1 berjumlah 1.123 kg, minggu ke 2 berjumlah 1.088 Kg, minggu ke 3 berjumlah 783 Kg, dan pada minggu ke 4 berjumlah 348 Kg hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning. Sebaran klorofil-a pada bulan November 2020 berkisar antara 0,189 mg/m3 hingga 1,082 mg/m3, dengan kandungan rata rata bulan November 2020 yaitu 0,635 mg/m3, sedangkan pada bulan Desember kandungan klorofil-a berkisar antara 0,101 mg/m3 hingga 2,568 mg/m3, dengan kandungan rata rata bulan Desember 2020 yaitu 1,258 mg/m3 . Penangkapan ikan tuna sirip kuning yang dilakukan nelayan pada bulan November 2020 di perairan utara Pulau Aceh hingga perairan barat-selatan Aceh bisa di katakan merupakan daerah potensial penangkapan, dibandingkan penangkapan yang dilakukan nelayan pada bulan Desember 2020 di perairan utara Sabang dan daerah perairan barat Sabang. Hal tersebut didukung oleh data citra satelit sebaran klorofil-a di daerah perairan tersebut yang lebih tinggi di bandingkan dengan data citra satelit di daerah perairan utara Sabang dan daerah perairan barat Sabang.

Kata Kunci: Klorofil-a, Daerah potensial penangkapan, Hasil tangkapan.

Abstract- Aceh is one of the largest producers of Tuna, especially YellowFin Tuna (Thunnus Albacares) in Indonesia, because it is surrounded by the Indian Ocean and Andaman Sea, and has a high selling value (KKP, 2020). Chlorophyll-a is one of the biological parameters of oceanography that plays an important role in primary productivity in the ocean. The spread of chlorophyll-a contained in phytoplantons can be used as a measure of fertility in a water. Chlorophyll-a is a green pigment found in plants that utilize sunlight to perform photosynthesis. The lack of information on the catchment area makes fishermen in aceh still use natural signs such as the presence of birds and the same catch location as the catch area. So the results of the arrest are ineffective and efficient. The content of chlorophyll-a in November was relatively high, because it was dominated by chlorophyll-a content with various variant values. Based on the results of a simple linear regression analysis that was carried out, the distribution of chlorophyll-a in November did not show a significant relationship to the catch of Yellowfin Tuna. Yellowfin tuna catches in November 2020 were only 18% and the other 82% were influenced by other factors, while in December from the analysis, there was a coefficient of determination (R Square) of 0.02, which means the relationship between chlorophyll-a and fish catches. yellowfin tuna in December 2020 was only 2% and the other 98% was influenced by other factors. Based on data taken from 12 samples of vessels using handline fishing gear, the catch of yellowfin tuna (Thunnus albacares) in November amounted to 5,864 kg in the first week of 1,446 kg, in the second week of 1,889 kg, in the third week. amounted to 896 Kg and at week 4 amounted to 1,633 Kg, and in December amounted to 3,342 kg, week 1 amounted to 1123 kg, week 2 amounted to 1,088 Kg, week 3 amounted to 783 Kg, and at week 4 amounted to 348 Kg yields yellowfin tuna catch. The distribution of chlorophyll-a in November 2020 ranged from 0.189 mg/m3 to 1.082 mg/m3, with an average content in November 2020 of 0.635 mg/m3, while in December the content of chlorophyll-a ranged from 0.101 mg/m3 to 2.568 mg /m3, with an average content in December 2020 of 1,258 mg/m3 . Catching yellowfin tuna by fishermen in November 2020 in the northern waters of Aceh Island to the south-west waters of Aceh can be said to be a potential fishing area, compared to the fishing carried out by fishermen in December 2020 in the northern waters of Sabang and the western waters of Sabang. This is supported by satellite image data on the distribution of chlorophyll-a in these water areas which is higher than satellite image data in the northern waters of Sabang and western waters of Sabang. Keywords: Chlorophyll-a, Area of potential capture, Catch .

Citation



    SERVICES DESK