IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PASAR PEUNAYONG KE PASAR AL MAHIRAH LAMDINGIN KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PASAR PEUNAYONG KE PASAR AL MAHIRAH LAMDINGIN KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Nurlia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muliawati - 199205242017012101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1810103010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Imu Sosial dan Politik., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

320.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pemerintah Kota Banda Aceh pada tahun 2017 mengeluarkan sebuah kebijakan terkait dengan relokasi pasar Peunayong yang mengacu pada Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 26 Tahun 2017 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Toko Tradisional dan Swalayan yang kemudian dicabut dan digantikan dengan Peraturan Walikota terbaru Nomor 37 Tahun 2021 Tentang Penataan Pasar Rakyat Dan Pusat Perbelanjaan. Kebijakan ini dibuat oleh pemerintah Kota Banda Aceh karena kawasan Peunayong yang berada di pusat perkotaan, kondisi bangunan maupun lingkungannya perlu ditata ulang dan dikembangkan agar lebih indah, nyaman dan nantinya akan dijadikan sebagai pusat wisata kuliner. Relokasi ini juga diharapkan dapat memberi dampak yang baik kepada semua pihak seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Namun kebijakan ini mendapat pro dan kontra dari masyarakat khususnya para pedagang yang menganggap bahwa relokasi ini akan memicu kerugian pada para pedagang. Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat proses implementasi kebijakan relokasi pasar Peunayong ke pasar Al Mahirah Lamdingin Kota Banda Aceh serta penyebab relokasi ini tetap dijalankan meskipun terjadi pro dan kontra. Penelitian ini menggunakan teori model implementasi kebijakan, konsep pasar dan konsep penataan pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian ini dapat dilihat dalam proses implementasi bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai tahapan yang dikaji dengan indikator teori sebelum kebijakan relokasi ini benar-benar dijalankan, mulai dari pendekatan pemerintah melalui sosialisasi, proses relokasi, rekonsiliasi pro dan kontra, melakukan strategi pembangunan dan kemajuan pasar, melihat dampak sosial, ekonomi dan politik serta melakukan evaluasi terhadap relokasi pasar dan namun berbeda dengan tujuan untuk memperhatikan penataan tata ruang Kota Banda justru kebijakan ini menimbulkan tatanan kota yang semakin tidak teratur akibat kemunculan kios-kios baru disepanjang jalan Syiah Kuala. Saran dari hasil penelitian ini adalah Pemerintah Kota harus teliti melihat permasalahan yang ada di kawasan pasar, mengingat pasar Al Mahirah ketika hujan turun masih terlalu becek yang membuat pembeli merasa tidak nyaman untuk berbelanja.

Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Relokasi, Penataan pasar

The Banda Aceh City Government in 2017 issued a policy related to the relocation of the Peunayong market which refers to the Mayor of Banda Aceh Regulation Number 26 of 2017 concerning the Arrangement and Development of People's Markets, Traditional Stores and Supermarkets which was later revoked and replaced with the latest Mayor Regulation Number 37 of 2021 About Structuring People's Markets and Shopping Centers. This policy was made by the Banda Aceh City government because the Peunayong area is located in the urban center, the condition of the building and its environment needs to be rearranged and developed to make it more beautiful, comfortable and will later be used as a culinary tourism center. This relocation is also expected to have a good impact on all parties, such as increasing the economic growth of coastal communities. However, this policy has pros and cons from the community, especially traders who think that this relocation will trigger losses for traders. The purpose of this study is to see the process of implementing the Peunayong market relocation policy to the Al Mahirah Lamdingin market in Banda Aceh City and the causes of this relocation still being carried out despite the pros and cons. This research uses the theory of policy implementation model, market concept and market structuring concept. The method used in this research is descriptive with a qualitative approach. The results of this study can be seen in the implementation process that the government has carried out various stages before the relocation policy is actually implemented, starting from the government's approach through socialization, the relocation process, reconciliation of pros and cons, carrying out development strategies and market progress, observing social, economic impacts and politics as well as evaluating market relocation and also paying attention to the spatial planning of Banda Aceh City to make it better and more beautiful. Suggestions from the results of this study are that the City Government must carefully look at the problems that exist in the market area, considering that the Al Mahirah market when it rains is still too muddy which makes buyers feel uncomfortable shopping. Keywords: Policy implementation, Relocation, Market arrangement

Citation



    SERVICES DESK