SIMULASI MODEL PENDUGAAN KUALITAS AIR SUNGAI SIPARE-PARE, ASAHAN SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SIMULASI MODEL PENDUGAAN KUALITAS AIR SUNGAI SIPARE-PARE, ASAHAN SUMATERA UTARA


Pengarang

Aminah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051610145

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

551.489

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Air merupakan salah satu sumber daya utama Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan maupun tumbuh- tumbuhan. Hal terpenting dalam pengelolaan sumber daya air pada DAS adalah pemanfaatan air yang berkelanjutan, salah satu caranya adalah mempertahankan kualitas air. Sekarang ini banyak dijumpai sungai yang melewati areal padat penduduk dan industri besar, semakin menunjukkan penurunan kuaLitas bersamaan dengan meningkatnya kepadatan penduduk akibar urbanisasi, meningkatnya taraf hidup masyarakat serta bertambahnya aktifitas pertanian dan industri, kualitas air sungai menunjukkan kecendrungan yang berbanding rerbalik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi beberapa parameter kualitas air di suatu outlet sungai di DAS Bah Bolan, sehingga diperoleh informasi tentang kualitas air yang berguna sebagai bahan pertimbangan untuk memenuhi permintaan air bersi.b dan unruk mendapatkan suatu model kualitas air yang berguna untuk menduga kondisi kualitas air di suatu sungai.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitas air yang mencakup parameter fisika (turbiditas dan total padatan terlarut) dan parameter kimia (pH, kesadahan, klorida, amonia, mangan dan besi) dan data debit sungai yang merupakan data sekunder hasil pengukuran. Untuk penyusunan model dilakukan dengan mencari hubungan matematis antara konsentrasi parameter kualitas air dengan debit sungai. Secara matematis hubungan tersebut dapat diasumsikan sebagai persamaan eksponensial atau y = aebx dan logaritmik atau y = a In(x) + b , karena kedua persamaan tersebut merupakan fungsi kon tinyu. y merupakan konsentrasi parameter kualitas air, e adalah bilangan natural, dan x adalah debit sungai sedangkan a dan b adalah konstanta yang nilainya tergantung
dari kondisi pencaran data dalam grafik hubungan debit dengan nilai parameter penentu kualitas air. Model yang valid diperoleh dengan cara merata-ratakan data perbulan dan dipisahkan untuk setiap musim sehingga diperoleh persamaan matemaris yang mempunyai nilai koefisien determinasi (R2) terbesar.
Kalibrasi model yang menggambarkan hubungan konsentrasi parameter kualitas air dengan debit sungai dilakukan untuk periode satu tahun yaitu tahun 2001. Model matematis untuk satu tahun adalah gabungan dua model yaitu model pada musim kemarau dan model pada musim penghujan. Model basil kalibrasi tersebut kemudian diuji lebih lanjut dengan melakukan validasi atau uji keabsaban model menggunakan data tahun 2002 dan 2003. Konsentrasi parameter kualitas air dikatakan meodekati nilai observasi diketabui dengan perhitungan koefisien determinasi antara nilai parameter kualitas air model dengan nilai parameter kualitas air observasi hingga mencapai nilai lebih dari 0.6.
Dari proses kalibrasi yang dilakukan untuk masing-masing parameter kualitas air menghasilkan koefisien determinasi (R2) tertinggi yaitu 0.9267 untuk klorida pada musim kemarau, sedangkan R2 terkecil adalah 0.6431 untuk TDS (total padatan terlarut) pada musim kemarau. Semua parameter kualitas air mempunyai R2 yang lebih dari 0.6. Berarti model matematis yang dihasilkan dapat menggambarkan tluktuasi parameter kualitas air.
Pada proses validasi untuk data tahun 2002 diperoleh koefisien determinasi model kurang dari 0.6 untuk kesadahan dan klorida pada musim penghujan yaitu sebesar 0.5954 dan 0.5519 dan pada musim kemarau diperoleh koefisien determinasi kurang dari 0.6 untuk amoniak sebesar 0.571. Nilai R2 tertinggi adalah 0.9451 untuk pH pada musim kemarau. Jadi model matematis yang digunakan kurang dapat menggambarkan fluktuasi kualitas air terutama untuk kesadaban dan klorida pada musim penghujan dan amoniak pada musim kemarau karena memiliki nilai R2 kurang dati 0.6. Pada proses validasi data tahun 2003, nilai R2 kurang dari 0.6 hanya diperoleh untuk klorida pada musim penghujan yaitu sebesar 0.518. Nilai R2 tertinggi adalah 0.9444 untuk besi pada musim penghujan. Jadi model matematis yang digunakan dapat menggambarkan fluktuasi kualitas air kecuali untuk klorida pada musim penghujan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK