STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SIGLI NOMOR 2/PID.SUS-ANAK/2021/PN SGL TENTANG PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SIGLI NOMOR 2/PID.SUS-ANAK/2021/PN SGL TENTANG PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK


Pengarang

Nurul Hasanah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tarmizi - 196707171993031004 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

345.05

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 60 ayat (3) Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) menyebutkan “Hakim wajib mempertimbangkan laporan penelitian kemasyarakatan (Litmas) dari Pembimbing
Kemasyarakatan sebelum menjatuhkan putusan perkara”. Dalam putusan Nomor 2/Pid.SusAnak/2021/Pn.Sglhakim
tidak mempertimbangkanLitmasdari Pembimbing Kemasyarakatanyang mengakibatkan putusan batal demi hukum danpenjatuhan sanksi bagi anak belum sesuai dengan tujuan hukum serta hakimmengabaikan ketentuan Pasal 19 UU SPPA mengenai kerahasiaan identitas anak.Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai fakta-fakta di persidangan yang kurang cermat diperhatikan oleh hakim dan penjatuhan
sanksi belum memenuhi nilai-nilai keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi anak serta ketentuan tentang kerahasian identitas anak dalam UU SPPA yang tidak diterapkan oleh hakim. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang mencakup peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, jurnal, hasil penelitiandan literatur hukum lainnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode
content of analysis yaitu memilih, memilah,menggabungkandanmembandingkan semua data untuk menjawab
permasalahan dalam studi kasus ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim kurang cermat dalam
memperhatikan fakta-fakta di persidangan mengenai faktor penyebab anak melakukan tindak pidana dan hakim tidak mempertimbangkan laporan penelitian kemasyarakatan dari pembimbing kemasyarakatansehingga dapat mengakibatkan putusan batal demi hukum (Pasal 60 ayat (4) UU SPPA).Hakim menjatuhkan sanksi pidana kepada anak, pemilihan sanksi ini belum memenuhi nilai-nilaikeadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi anak, hendaknya hakim mengenakan sanksi yang bermanfaaat untuk masa depan anak serta menjamin kelangsungan hidup, tumbuh dan kembang anak. Hakim juga tidak menerapkan
ketentuan Pasal 19UU SPPAtentang kewajiban untuk menjaga kerahasiaan identitas anak yang berhadapan dengan hukum yang bertujuan untukmenghindarkan anak dari stigma negatif yang akan disandang saat anak kembali dalam masyarakat (prinsip kepentingan terbaik bagi anak). Disarankan kepada hakim untuk lebih cermat dalam memberikan pertimbangan berdasarkan fakta-fakta di persidangan dan menjatuhkan putusan
yang sesuai dengan tujuan hukumserta lebih teliti dalam hal-hal teknis, misalnya dalam hal menggunggah putusan, khusus untuk perkara anak dan perkara asusila identitasnya harus disamarkan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK