PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RITUAL SEUMEULEUNG DI GAMPONG GLEE JONG ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RITUAL SEUMEULEUNG DI GAMPONG GLEE JONG ACEH JAYA


Pengarang

SIRAJUL MUNIR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Dosen Pembimbing II
Bukhari - 197505242009121001 - Penguji
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1710101010035

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Imu Sosial dan Politik., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ritual Seumeuleung merupakan adat dan tradisi yang dilakukan setiap tahun untuk mengenang jasa Poe Teumeureuhoem. Penjagaan terhadap nilai tradisi seumeuleung yang dilakukan di Gampong Glee Jong ini supaya selalu bertahan sampai saat ini di tengah pergaulan dalam masyarakat Glee Jong yang multikultur dan akulturasi budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat persepsi masyarakat terhadap tradisi seumeuleug dan interaksi sosial masyarakat dalam mengunakan simbol-simbol dan pemaknaan dalam tradisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian yang ditemukan terkait pengunaan simbol dan makna dalam tradisi Seuemeuleung itu terbentuk melalu tindakan yang berhubungan dengan adat dan tradisi yang menjelaskan masyarakat terlibat langsung dalam proses tradisi seumeuleung. Simbol ini kemudian digunakan untuk bergerak bersama-sama untuk menjaga tradisi seumeuleung dan juga melestarikannya. Tradisi Seumeleung masih bertahan sampai saat ini di Desa Glee Jong tidak terlepas dari pemaknaan dan simbol terhadap tradisi tersebut. Melalui mind (Pikiran) mereka masih mengganggap atau memaknai tradisi Seumeuleung ini sebagai bagian dari kewajiban yang harus dijalani dan menganggap tradisi ini sebagai suatu berkah bagi masyarakat Desa Glee Jong. Kemudian dalam aspek Self (Diri) masyarakat sudah mulai merefleksikan makna tersebut dalam suatu tindakan. Tindakan yang dilakukan ialah pembentukan regulasi yang berlangsung beberapa hari sebelum dimulai nya tradisi melalui regulasi pembentukan panitia. Terkait aspek Society (sosial) tradisi ini masih bertahan di Desa Glee Jong tidak terlepas dari peran masyarakat untuk sama – sama mempertahankan tradisi ini. Society ini terbentuk karena adanya kesamaan antara mind dan self di masyarakat Desa Gle Jong.
Kata Kunci : Persepsi, Tradisi, Makna, Simbolik, Seumeuleung.

ABSTRACT The Seumeuleung tradition is a custom and tradition that is carried out every year to commemorate the services of Poe Teumeureuhoem. The preservation of the seumeuleung traditional values carried out in Glee Jong Village has always survived to this day in the midst of the association in the multicultural Glee Jong community and cultural acculturation. The purpose of this study was to examine the public's perception of the seumeuleug tradition and the social interaction of the community in using the symbols and meanings in the tradition. The research method used is qualitative with an ethnographic approach. The results of research related to the use of symbols and meanings in the seuemeuleung tradition are formed through actions related to customs and traditions that explain the people who are directly involved in the process of the seumeuleung tradition. These symbols are then used to move together to guard the seumeuleung and also guard it. The Seumeleung tradition that still survives today in Glee Jong Village cannot be separated from the meanings and symbols of the tradition. through their minds, they still perceive or interpret this Seumeuleung tradition as part of an obligation that must be carried out and consider this a blessing for the people of Glee Jong Village. Then in the aspect of Self, the community has begun to assess the meaning in an action. The action taken was the establishment of a regulation which took place a few days before the start of the tradition through a regulation on the formation of a committee. Regarding the social aspect, this tradition still persists in Glee Jong Village, inseparable from the role of the community in maintaining this tradition. This community was formed because of the similarity between the mind and self in the Gle Jong Village community. Keywords : perception, Tradition,Syimbolik, Meany, seumeuleung.

Citation



    SERVICES DESK