ISNA JUWITA. ANALISIS TEKNOEKONOMI TERHADAPRN PEMARUT SAGU MEKANISRN( STUDI KASUS PABRIK GILINGAN SAGU ALUE JARENG KABUPATEN PIDIE ). Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2014

Abstrak

Isna juwita. 0705106010021. analisis teknoekonomi terhadap pemarut sagu mekanis (studi kasus pabrik gilingan sagu alue jareng kabupaten pidie), di bawah bimbingan : sri hartuti, s.tp., mt sebagai pembimbing utama dan raida agustina, s.tp., m.sc. sebagai pembimbing anggota ringkasan sagu merupakan bahan pangan yang mengandung karbohidrat lebih tinggi daripada bahan pangan pokok lainnya seperti beras. tepung sagu juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan makanan yang lebih modern dan sudah dikenal secara luas oleh masyarakat, bersifat lebih komersial dan diproduksi dengan alat semi-mekanis atau mekanis. pada industri pengolahan sagu, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti aspek teknis dan ekonomi. analisis teknis dilakukan untuk menghitung besarnya kapasitas kerja alat pemarut sagu dan rendemen pati sagu yang dihasilkan dari alat pemarut sagu yang digunakan pada industri pengolahan sagu. sedangkan analisis ekonomi dilakukan agar dapat diketahui

Baca Juga : PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PURWARUPA ALAT PEMARUT SAGU PORTABLE UNTUK INDUSTRI KECIL DI DESA PULAU KAYU (Muhammad Khadafi, 2015) ,

Baca Juga : PENGARUH LAMA FERMENTASI ALAMI PATI SAGU TERHADAP KARAKTERISTIK PATI DAN MUTU MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG NON TERIGU (MOCAF, TEPUNG UBI JALAR FERMENTASI, TEPUNG KACANG HIJAU) (Mulizani, 2017) ,

apa besar keuntungan yang didapatkan oleh industri pengolahan sagu tersebut terhadap penggunaan mesin pemarut sagu. penelitian ini bertujuan untuk untuk melakukan analisa baik secara teknis maupun ekonomi pada alat pemarut sagu. penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data secara observasi, wawancara dan studi literatur. data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. data primer yang diperoleh meliputi harga awal pembelian mesin, produk yang dihasilkan seperti massa sagu dan harga sagu per batang, waktu pemarutan dan jumlah bahan bakar yang digunakan. data primer diperoleh dengan cara wawancara langsung bersama pemilik pabrik. sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara mencatat spesifikasi yang ada pada mesin pemarut sagu pada pabrik tersebut. setelah data tersebut dikumpulkan, kemudian dilakukan analisa data baik analisis teknis maupun analisis ekonomi. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil analisa teknis dan analisa ekonomi dari mesin pemarut sagu. analisa teknis dari pemarut sagu mekanis pada pabrik gilingan sagu alue jareng adalah sebesar 411,13 kg/jam untuk nilai rata-rata kapasitas kerja alat pemarut, dan rendemen pati sagu sebesar 25%. sedangkan untuk analisa ekonomi, biaya tetap yang harus dikeluarkan oleh pabrik adalah sebesar rp.2.520.000/thn, biaya tidak tetap adalah sebesar rp.113.520/jam, biaya pokok per satuan waktu sebesar rp.114.570/jam, biaya pokok per satuan produksi sebesar rp. 279/kg, dan nilai b/c ratio sebesar 2,76 karena nilai b/c ratio lebih besar daripada 1, maka penggunaan mesin pemarut sagu layak diusahakan pada pabrik tersebut.

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan mengisi Form LSS di bawah.

Chat Services LSS



Tulisan yang relevan

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG SAGU (METROXYLON SAGO) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA PADA PEMBUATAN SOSIS DAGING AYAM TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN DAYA IKAT AIR (ZUHRI, 2019) ,

DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP KERUPUK SAGU (METROXYLON SAGO ROTTB) DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN PARANG-PARANG (CHIROCENTRUS DORAB) (Melda Asman, 2015) ,

SUBSTITUSI TEPUNG KANJI (MANIHOT ESCULENTA) DENGAN TEPUNG SAGU (DEUDAK SAGEE/METROXYLON SP) PADA PEMBUATAN KUE LAPIS (nurul husna, 2014) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi