FIRDAUSI NUZULA. BIODEGRADASI ACTIVE FILM YANG TERBUAT DARI PATI AREN (ARENGGA PINNATA), KITOSAN DAN ANTIOKSIDAN ALAMI. Banda Aceh : Fakultas KIP Universitas Syiah Kuala, 2021

Abstrak

Abstrak kata kunci: pati aren, kitosan, gliserol, antioksidan alami, daun kelor, kulit manggis, minyak serai wangi, biodegradasi, kelarutan active film dari campuran pati aren dan kitosan dapat menjadi dasar dalam pembuatan film kemasan makanan yang mengandung antioksidan untuk dapat memperpanjang daya simpannya, khususnya yang berasal dari daun kelor, kulit manggis, dan minyak serai wangi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan daun kelor, kulit manggis, dan minyak serai wangi sebagai antioksidan alami terhadap karakteristik biodegradasi dalam kompos dan kelarutan. pembuatan active film dilakukan dengan menggunakan metode blending dan penguapan pelarut dengan cara mencampurkan pati aren dan kitosan dengan perbandingan 1:1 menggunakan aquades dan ch3cooh 1,5% diaduk mengunakan magnetic stirrer selama 30 menit. kedua larutan tersebut kemudian dicampur hingga homogen dan ditambahkan gliserol sebanyak 30% dari berat total dan antioksidan alami dengan variasi 1%,

Baca Juga : PEMBUATAN ACTIVE FILM DARI PATI AREN (ARENGA PINNATA) DAN KITOSAN DENGAN MENGGUNAKAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (EVOO) SEBAGAI ANTIOKSIDAN (Linda Ardana, 2019) ,

Baca Juga : PEMBUATAN ACTIVE FILM BERBASIS PATI AREN (ARENGA PINNATA) DAN KITOSAN DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SERAI WANGI SEBAGAI ANTIOKSIDAN (MUJERILEPMI, 2020) ,

3% dan 5% hingga tercampur rata setelah diaduk selama 30 menit. setelah larutan homogen dituang ke dalam plat kaca dan dibiarkan pada suhu ruang selama 3 hari. lapisan active film diambil sebagai sampel uji. hasil uji biodedaradasi selama 25 hari menunjukkkan sampel active film mengalami kerusakan akibat proses biodegradasi. pada hari ke 5 pengomposan, sampel ch/sps, ch/sps-mo 1%, ch/sps-mo 5%, ch/sps-gm 1%, ch/sps-gm 5% dan ch/sps-co 1% mengalami kerusakan, sedangkan pada hari ke 10 sampel ch/sps-mo 3%, ch/sps-gm 3%, ch/sps-co 3% dan ch/sps-co 5% mengalami kerusakan. tingkat kerusakan terus bertambah seiring bertambahnya waktu penomposan. uji kelarutan dalam air dengan nilai terendah terdapat pada sampel ch/sps-gm 1% yaitu sebesar 36,095% dan nilai tertinggi terdapat pada sampel ch/sps-co 5% yaitu sebesar

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan menghubungi email pengarang : Firdausi2907nuzula@gmail.com atau dapat mengisi Form LSS di bawah.

Chat Services LSS



Tulisan yang relevan

PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA PEMBUATAN ACTIVE FILM KOMPOSIT PLASTIK PATI AREN (ARENGA PINNATA) DAN KITOSAN (MUZAINAH, 2020) ,

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ALTERNATIF ANTIOKSIDAN UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN ACTIVE FILM DARI PATI AREN (ARENGA PINNATA) (DAS REZA SN., 2020) ,

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI KITOSAN DAN PATI AREN ( ARENGA PINNATA MERR.) DENGAN PEMLASTIS GLISEROL (Nachdia Tauzahra, 2019) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi