MUTIARA RAMADHAN. PERSEPSI PENYINTAS KONFLIK ACEH TERHADAP PROSES PENGUNGKAPAN KEBENARAN. Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, 2020

Abstrak

Abstrak aceh pernah pernah terjadi sejarah perang, konflik, serta pelanggaran hak asasi manusia berat sejak tahun 1976 yang menewaskan 10.000 hingga 30.000 jiwa dan berakhir pada tahun 2005 yang ditandai dengan peristiwa memorandum of understanding (mou) di helsinki. salah satu mandat yang harus dilakukan dalam memorandum of understanding ialah reintegrasi aceh yang diwujudkan melalui proses pengungkapan kebenaran konflik aceh yang menuai beragam persepsi serta mengakibatkan dampak pada masyarakat khususnya penyintas konflik. tujuan penelitian adalah untuk menggali secara mendalam persepsi penyintas konflik aceh terhadap proses pengungkapan kebenaran menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. teknik pengumpulan data menggunakan metode diskusi kelompok terarah. sebanyak 36 orang penyintas konflik aceh telah terpilih menjadi responden penelitian yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengungkapan kebenaran dapat

Baca Juga : PERSEPSI STATEMENT TAKERS TERHADAP PENGUNGKAPAN KEBENARAN KONFLIK ACEH (Nailur Rahmah, 2020) ,

Baca Juga : PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK BUAYA MUARA (CROCODYLUS POROSUS) DENGAN MANUSIA DI DESA KILANGAN KABUPATEN ACEH SINGKIL (Raudhatin, 2020) ,

enjadi sarana pemulihan secara psikologis, katarsis sosial, pengungkapan fakta konflik, dan mencegah konflik terulang kembali. namun proses pengungkapan kebenaran juga dapat menimbulkan dampak psikososial berupa kemunduran kesehatan psikologis, ketidakstabilan emosional, kehilangan harapan, stres, dan kelelahan kepedulian. kata kunci: persepsi, proses pengungkapan kebenaran, penyintas konflik. abstract aceh has experienced a history of war, conflict, and gross violation of human rights since 1976 which killed 10,000 to 30,000 people and ended in 2005 marked by the memorandum of understanding (mou) in helsinki. one mandatory that must be carried out in the mou is the reintegration of aceh, which is manifested in disclosing the truth of aceh conflict which reap a variety of perceptions as well as their impact on the community, particularly the conflictís survivors. the purpose of the research is to discuss the process of resolving the aceh conflict towards the disclosing of truth, using qualitative method with exploratory studies. the technique of collecting data uses the focus group discussions. the total of 36 aceh conflict survivors has been selected as research respondents determined by purposive sampling technique. the results showed that the process of revealing the truth can be the basis of psychological recovery, disclosure of the facts of the conflict, and conflict prevention. but the process of revealing the truth can also lead to psychosocial shaping of psychological health deterioration, emotional instability, loss of hope, stress, and overcoming concern. keyword: perception, disclosure of truth, conflict

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan menghubungi email pengarang : cici@mhs.unsyiah.ac.id atau dapat mengisi Form LSS di bawah.

Chat Services LSS



Tulisan yang relevan

ANALISIS KONFLIK MANUSIA DENGAN GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS)DI KECAMATAN PEUNARON KABUPATEN ACEH TIMUR (Fahmy Armanda, 2017) ,

ANALISIS SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE PADA PERBANKAN SYARIAH BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE INDEX DAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING INDEX (NAILUL KHARISMA, 2016) ,

DETERMINAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA PROVINSI ACEH TAHUN 2015-2017 (ALFI SYAHRIN, 2019) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi