FRISKA MEIRISA. PENINGKATAN HIDROFILISITAS MEMBRAN POLIETERSULFON (PES) YANG DIMODIFIKASI DENGAN POLIDOPAMIN (PDA) SEBAGAI MODIFYING AGENT PADA PENGHILANGAN SENYAWA ORGANIK DALAM AIR. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2019

Abstrak

Fouling membran merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan kinerja membran. faktor utama yang mempengaruhi fouling membran adalah sifat permukaan membran dan sifat hidrofilistas membran. peningkatan hidrofilisitas membran dapat meningkatkan ketahanan fouling. strategi modifikasi yang sering digunakan adalah modifikasi dengan pecampuran (blending) yang dikembangkan dengan mencampurkan bahan polimer hidrofobik (polietersulfon) dengan bahan aditif hidrofilik (polidopamin) sehingga meningkatkan hidrofilisitas membran. tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh metode modifikasi blending terhadap karakteristik dan kinerja membran pes/pda serta mempelajari pengaruh penambahan dopamine terhadap karakteristik dan kinerja membran pes/pda. modifikasi membran pes/pda diperlukan untuk menghasilkan kinerja dan karakteristik membran yang baik. pada penelitian ini, membran pes dimodifikasi dengan aditif polidopamin (pda) secara blending dengan menggunakan dua metode blending, yaitu

Baca Juga : PENGEMBANGAN MEMBRAN HIDROFILIK MENGGUNAKAN ADITIF [2-(METHACRYLOYLOXY) ETHYL PHOSPHORYL CLOLINE]/BRIJ/NANOSILIKA SECARA NON-SOLVENT INDUCED PHASED SEPARATION. (MUKRAMAH, 2019) ,

Baca Juga : PENINGKATAN SIFAT HIDROFILISITAS DAN ANTIFOULING MEMBRAN POLYETHERSULFONE (PES) MELALUI TEKNIK BLENDING ADITIF MG(OH)2 DAN KHITOSAN (Umi fathanah, 2020) ,

nding dengan metode 1 dan blending dengan metode 2 secara inversi fasa. konsentrasi pda yang divariasikan pada konsentrasi 1; 2; dan 3 % (% berat). membran yang terbentuk dikarakterisasi dengan pengujian struktur morfologi membran menggunakan scanning electron microscopy (sem), analisa gugus fungsi dengan fourier transform infrared spectroscopy (ftir), uji mekanik dengan tensile strenght, uji porositas membran serta dilakukan uji kinerja membran berupa uji fluks, rejeksi terhadap asam humus (ha), uji reversible fouling, irreversible fouling dan recovery rasio. pengukuran fluks dan rejeksi dilakukan dengan menggunakan modul ultrafiltrasi cross flow. hasil analisa ftir diperoleh gugus nh dan oh yang menandakan komponen dari polidopamin dan gugus c=c. sem menunjukkan struktur pori membran yang asimetrik. porositas membran pes murni lebih kecil dari membran pes blending metode 1 dan metode 2 sebesar 2,7 %. tensile strength membran semakin meningkat dengan bertambahnya konsentrasi polidopamin, sedangkan nilai elongation semakin menurun. rejeksi membran pes murni sebesar 88,66 % dengan fluks 27,79 l/m2.jam lebih besar dari nilai rejeksi membran pes dengan blending metode 1 sebesar 82,22 % dengan nilai fluks 40,66 l/m2.jam dan membran pes blending dengan metode 2 menghasilkan nilai rejeksi 86,29 % dengan nilai fluks sebesar 56,55 l/m2.jam. profil pemulihan air murni dengan membran pes/pda menghasilkan nilai kinerja fluks yang baik dibandingkan dengan membran pes murni. kata kunci: modifikasi blending, polietersulfon, polidopamin, asam humus,

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan menghubungi email pengarang : friska.m@mhs.unsyiah.ac.id atau dapat mengisi Form LSS di bawah.

Chat Services LSS



Tulisan yang relevan

MEMBRAN FORWARD OSMOSIS (FO) BERBAHAN DASAR KITOSAN-PATI IKAT SILANG GLUTARALDEHID UNTUK PEMURNIAN AIR PAYAU (ZULIANA RAHMAH, 2019) ,

MEMBRAN HEMODIALISIS BERBAHAN DASAR KITOSAN IKAT SILANG ASAM SITRAT TERMODIFIKASI PATI UMBI JANENG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) (LIDIYA MARDIYANA, 2020) ,

PEMANFAATAN AMPAS BUBUK TEH SEBAGAI BIOADSORBEN LOGAM BERAT PERAK (AG+) (Dini Andayani, 2015) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi