Rima Febryna. PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH DATARAN TINGGI (ALLIUM ASCALONICUM L.) AKIBAT JARAK TANAM YANG BERBEDA DI DATARAN RENDAH. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2019

Abstrak

Rima febryna 1405101050026. pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah dataran tinggi (allium ascalonicum l.) akibat jarak tanam yang berbeda di dataran rendah dibawah bimbingan elly kesumawati sebagai pembimbing utama dan mardhiah hayati sebagai pembimbing anggota. ringkasan bawang merah (allium ascalonicum l.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sebagai pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, maupun potensinya sebagai penghasil devisa negara. salah satu cara dalam meningkatkan produksi bawang merah yaitu mengembangkan beberapa varietas bawang merah dataran tinggi serta pengaturan jarak tanam yang sesuai di dataran rendah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah dataran tinggi akibat jarak tanam yang berbeda yang ditanam di dataran rendah. penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan laboratorium hortikultura fakultas pertanian, universitas syiah kuala,

Baca Juga : PENGARUH JARAK TANAM DAN JUMLAH UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) (Syarifah Nazhira, 2014) ,

Baca Juga : PENGARUH DOSIS KOMPOS LIMBAH SERAI WANGI DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) DI DATARAN TINGGI GAYO (WAHYUNI, 2020) ,

darussalam, banda aceh pada bulan april sampai dengan juni 2018. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. faktor yang diteliti yaitu varietas bawang merah terdiri dari 4 taraf yaitu lokal gayo, tajuk, batu ijo, dan brebes dan jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu 20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm, dan 20 cm x 25 cm. data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji f, dilanjutkan dengan uji bnj pada taraf 5%. parameter yang diteliti yaitu tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam (hst), jumlah anakan per rumpun umur 30 hst, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, bobot biomassa basah, bobot basah umbi, bobot biomassa kering, bobot kering umbi, dan potensi hasil per hektar. hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada semua parameter yang diamati, pertumbuhan dan hasil terbaik dijumpai pada varietas batu ijo. perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hst, diameter umbi, bobot biomassa basah, bobot basah umbi, bobot biomassa kering serta bobot kering umbi, pertumbuhan dan hasil terbaik diperoleh pada jarak tanam 20 cm x 25 cm. terdapat interaksi yang sangat nyata antara jarak tanam dengan varietas terhadap bobot biomassa basah, bobot basah umbi, bobot biomassa kering serta bobot kering umbi dan berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan per rumpun, pertumbuhan dan hasil terbaik dijumpai pada kombinasi varietas batu ijo dengan jarak tanam 20 cm x 25 cm.

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan menghubungi email pengarang : rimafebryna@gmail.com atau dapat mengisi Form LSS di bawah.

Chat Services LSS



Tulisan yang relevan

STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Nuni afrina, 2021) ,

PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) (Risqan Fitrah Manik, 2016) ,

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) ASAL BIJI (Muhammad Fahmi Ramadhan, 2018) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi