Muhammad Fazil. APLIKASI BEBERAPA BENTUK FORMULASI TRICHODERMA SPP DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Ringkasan fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (fol) adalah salah satu patogen tular tanah yang sangat berbahaya bagi tanaman tomat, hal itu dikarenakan patogen ini mampu bertahan dengan jangka waktu yang lama di dalam tanah. fol mampu bertahan dalam bentuk klamidospora di dalam tanah sampai 10 tahun atau lebih. cendawan ini akan menginfeksi tanaman tomat mulai pada fase pembibitan y ang menyebabkan tanaman layu sampai mati sehingga akan mengalami gagal panen. cara alternatif untuk mengendalikan cendawan fol agar sesuai dengan kaidah lingkungan adalah salah satunya secara biologi yaitu dengan memanfaatkan cendawan antagonis sebagai agen biokontrol yaitu trichoderma spp. pembuatan formula agen pengendali hayati dalam bentuk sediaan pelet dan cair bertujuan agar penggunaannya lebih praktis pada saat aplikasi, dan jumlah biomassanya lebih terukur atau dapat terkontrol. selain itu, penggunaan

Baca Juga : APLIKASI BEBERAPA BENTUK FORMULASI TRICHODERMA SPP DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT (Muhammad Fazil, 2018) ,

Baca Juga : KOMBINASI BEBERAPA DOSIS DAN SPESIES TRICHODERMA FORMULASI PELET DALAM MENEKAN PERKEMBANGAN JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM F.SP CAPSICI DI PEMBIBITAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L. ) (Frara Efeseli Fakhdian, 2018) ,

cendawan antagonis untuk pengendalian secara hayati harus dalam bentuk formula yang sesuai dan bahannya mudah didapatkan. tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi beberapa bentuk formulasi trichoderma spp dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dengan menggunakan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 unit tanaman. dengan demikian maka diperoleh 80 unit tanaman percobaan. susunan perlakuan bentuk formulasi berbahan aktif trichoderma spp yaitu f0 = kontrol (tanpa perlakuan),f1 = formulasi pelet daun katuk 3 g (+ 10 butir)/polibag, f2 = formulasi padat jagung kering 3 g/polibag dan f3 = formulasi cair produk komersil 100 ml/polibag. paramater yang diamati adalah masa inkubasi, persentase tanaman layu, tinggi tanaman tomat,waktu berbunga tanaman tomat, jumlah buah tomat per tanaman, berat buah tomat per tanaman dan persentase batang xy lem yang terdiskolorasi tanaman tomat.aplikasi beberapa bentuk formulasi trichoderma spp tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap masa inkubasi, waktu berbunga, berat total buah per tanaman serta jumlah buah per tanaman, namun mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase layu tanaman dan tinggi tanaman serta persentase batang yang xy lemnya terdiskolorasi. perlakuan terbaik terdapat pada aplikasi berbentuk formulasi pelet yang mampu menekan penyakit layu hingga 33.00 %, selain itu aplikasi berbentuk formulasi pelet dan formulasi cair juga mampu meningkatkan tinggi tanaman tomat, selanjutnya ke-tiga bentuk formulasi trichoderma spp tersebut yaitu formulasi pelet daun katuk, formulasi jagung serta formulasi cair mampu menghambat persentase batang xylem yang terdiskolorasi dengan

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan menghubungi email pengarang : fazilmuhammad15@yahoo.com atau dapat mengisi Form LSS di bawah.

Chat Services LSS



Tulisan yang relevan

KEEFEKTIFAN TRICHODERMA VIRENS DAN TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR MELOIDOGYNE SPP. PADA TANAMAN TOMAT (Wahyusa Eka Putra, 2013) ,

POTENSI DAUN KATUK DAN LAMTORO SEBAGAI NUTRISI CENDAWAN TRICHODERMA SP. PADA PELET MEDIA TUMBUH DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN PATOGEN TULAR TANAH (Zikriah, 2016) ,

UJI MASA SIMPAN PELET TRICHODERMA HARZIANUM DAN KEMAMPUANNYA DALAM MENGHAMBAT PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA BIBIT TOMAT (RIZKA MUSFIRAH, 2018) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi