CUT DESRY CHAIRUNNISA. TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PENGUPAYAAN PEMBERSIHAN SAMPAH ANTARIKSA (SPACE DEBRIS) DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL. Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, 2021

Abstrak

Abstrak cut desry chairunnisa, tanggung jawab negara dalam 2020 pengupayaan pembersihan sampah antariksa (space debris) ditinjau dari hukum internasional fakultas hukum universitas syiah kuala (vi, 54) pp, bibl rosmawati, s.h., m.h. sampah antariksa (space debris) adalah benda buatan manusia yang sudah tidak befungsi termasuk fragmen maupun elemennya yang mengorbit mengitari bumi, baik di luar bumi maupun ketika kembali ke bumi lagi. hampir semua benda antariksa yang sudah tidak berfungsi lagi bergerak secara tidak terkontrol, baik di antariksa maupun saat jatuh ke bumi. berdasarkan liability convention 1972, terdapat beberapa bentuk tanggung jawab yaitu mutlak atau absolute based on fault. namun, dalam praktiknya negara-negara yang telah meratifikasi tidak serta merta menerapkan ketentuan daripada konvensi tersebut dalam hal pertanggungjawaban atas sampah antariksa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban baik dari

Baca Juga : IDENTIFIKASI SAMPAH ANORGANIK DI KAWASAN MANGROVE GAMPONG JAWA BANDA ACEH (KHAIRULLAH, 2019) ,

Baca Juga : TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP PENGGUNAAN BOM TANDAN (CLUSTER BOMBS) DALAM KONFLIK BERSENJATA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (TINJAUAN KASUS LAOS) (CUT LIZA ZULAINI, 2017) ,

hak negara pemilik sampah antariksa maupun negara peluncur. selain itu, penelitian ini juga mengkaji terkait cara atau upaya dari masing-masing negara dalam membersihkan sampah antariksa serta kendala yang dihadapi terkait hal tersebut. penulisan ini menggunakan metode normatif dengan teknik pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan. penelitian keputstakaan dengan cara mempelajari buku-buku baik karangan dari dalam negeri maupun luar negeri, karya ilmiah, peraturan internasional, undang-undang, jurnal, artikel, maupun media massa lainnya yang berhubungan dengan judul tersebut. berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini di dapati bahwa beberapa negara menjadi salah satu pelaku di dalam kepemilikan sampah antariksa, baik dari bekas bagian dari suatu roket, satelit bekas maupun satelit yang sengaja di hancurkan melalui uji senjata. beberapa sampah antariksa yang menimbulkan permasalahan ada yang dapat diselesaikan dengan negara yang bersangkutan tetapi ada pula yang tidak diselesaikan karena negara bersangkutan tidak berfikir hal tersebut membahayakan bagi negaranya. upaya di dalam pembersihan sampah antariksa sudah ada, tapi banyak di antaranya terhambat oleh biaya yang besar maupun pihak yang tidak setuju karena dianggap tidak ramah lingkugan. oleh karena itu, disarankan agar setiap negara bersama-sama memikirkan penanggulangan upaya pembersihan sampah antariksa yang efektif, tidak menggunakan biaya yang besar serta tidak merusak lingkungan, baik di ruang angkasa maupun di bumi.

Tulisan yang relevan

TANGGUNGJAWAB NEGARA TERHADAP PELANGGARAN BERAT HAK ASASI MANUSIA MELALUI PENYELESAIAN KONFLIK BERSENJATA NON-INTERNASIONAL DI ACEH DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL (Dahniar, 2018) ,

ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEWAJIBAN MELINDUNGI PENDUDUK SIPIL DALAM KONFLIK BERSENJATA DI SURIAH DITINJAU DARI RESPONSIBILITY TO PROTECT (muhammad irfan, 2014) ,

TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT UDARA (AIR CARRIER) TERHADAP PENUMPANG DISABILITAS KARENA PERBUATAN MELAWAN HUKUM MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (RIZKY PRAYOGA, 2018) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi