Erawati. PENGARUH FAKTOR MODAL, LAMA USAHA DAN JAM KERJA TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG KAKILIMA DI PASAR KELURAHAN KAMPUNG BARU KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA MADYA BANDA ACEH. Banda Aceh : Fakultas pertanian Universitas Syiah Kuala, 2021

Abstrak

Erawati dengan judul skripsi "pengaruh faktor modal, lama usaha dan jam kerja terhadap tingkat pendapatan pedagang kakilima di pasar kelurahan kampung baru kecamatan baiturrahman kotamadya banda aceh", dengan pembimbing utama bapak dr. ir. azhar muslim, m. s, dan pembimbing anggota bapak ir. m. nassir hawy. m.s. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan pedagang kakilima dan mengetahui besarnya pengaruh modal, lama usaha dan jam kerja terhadap tingkat pendapatan pedagang kakilma, seperti kita ketahui pedagang kakilima merupakan salah satu usaha yang paling banyak menampung tenaga kerja di sektor non-formal, pasca gempa dan tsunami pedagang kakilima di pasar kelurahan kampung baru mengalami kerugian yang cukup besar, mereka kehilangan tempat berdagang dan barang dagangan, sehingga para pedagang kakilima harus memulai dari awal untuk

Baca Juga : ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG PENGECER SAYUR-SAYURAN PASCA REHABILITASI PASAR KAMPUNG BARU DI KOTA BANDA ACEH (SHANTI HUSNI, 2021) ,

Baca Juga : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG IKAN SEGAR DI KOTA BANDA ACEH (Alfan Efendi, 2021) ,

embuka kembali usahanya. metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode sensus, dan sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. dengan menggunakan batasan variabel tingkat pendapatan, modal, lama usaha, jam kerja dan pedagang kakilima. pengolahan data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda, dan hasil uji rentabilitas terhadap keuntungan yang diperoleh pedagang kaki lima kampung baru sebesar rp.18, 14 per rp.100.- sehingga hipotesis terima ha tolak ho, nilai koefisien modal adalah 0,04438, artinya bahwa setiap adanya kenaikan modal sebesar rp 1 akan mengakibatkan peningkatan pendapatan pedagang informal sebesar rp 0,04438 per hari dan besarnya koefesien lama usaha yaitu 8.742,2 yang berarti bahwa setiap peningkatan lama usaha pedagang informal sebesar 1 (satu) tahun akan mengaki batkan peningkatan dalam perolehan pendapatan sebesar rp 8.742,2 per hari. besarnya koefisien jam kerja yaitu 9.890, 18 yang berarti setiap terjadi kenaikan jam kerja sebesar l jam akan mengakibatkan pendapatan yang diperoleh pedagang informal akan meningkat sebesar rp 9.890,18 per hari, koefesien determinasi yang diperoleh sebesar 0,843 artinya bahwa tingkat pendapatan yang diperoleh oleh pedagang informal dapat dipengaruhi oleh faktor modal, lama usaha dan jam kerja sebesar 84,30% , sedangkan sisanya 15.70% dipengaruhi oleh faktor lain, pada variabel modal menunjukkan bahwa t hitung = 8,741, sedangkan t tabel = 2.756 atau dapat dikatakan bahwa t hitung > t tabel yang berarti menolak ho dan menerima ha. hasil yang diperoleh dari lamanya usaha di temui t hitung < t tabel dimana t hitung =2,360 sedangkan t tabel = 2.756 hal ini menunjukkan bahwa ha ditolak dan ho diterima. pada variabel jam kerja dihitung t hitung > t tabel yaitu t hitung = 3,777 sedangkan t tabel = 2,756 dengan demikian ho di tolak dan ha diterima. dari perhitungan yang dilakukan, nilai f hitung diperoleh 12,878 sedangkan f tabel sebesar 2,98. hal ini menunjukkan bahwa f hitung > f tabel yang berarti menolak ho dan menerima

Tulisan yang relevan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG PENGECER BUAH-BUAHAN DI KOTA BANDA ACEH (HERRI AFRIADI, 2021) ,

DETERMINAN JAM KERJA PARA PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI KABUPATEN PIDIE (STUDI KASUS: PEDAGANG PASAR) (Maulizar Sari, 2020) ,

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PEMBUATAN GULA MERAH DI KELURAHAN SEUTUI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH (Heriansyah, 2020) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi