ZIA MAULANA. PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP ANAK YANG DIJADIKAN KURIR DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH). Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, 2021

Abstrak

Abstrak zia maulana (2021) penerapan restorative justice terhadap anak yang dijadikan kurir dalam tindak pidana narkotika (suatu penelitian di wilayah hukum pengadilan negeri banda aceh) fakultas hukum universitas syiah kuala (v, 55) pp.,bibl.,tabl (tarmizi, s.h., m.hum.) pasal 3 perma nomor 4 tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan diversi dalam sppa menyebutkan bahwa hakim anak wajib mengupayakan diversi dalam hal anak didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) tahun dan didakwa pula dengan tindak pidana yang diancam pidana penjara 7 (tujuh) tahun atau lebih dalam bentuk surat dakwaan subsidairitas, alternatif, kumulatif maupun kombinasi, namun dalam pelaksanaannya hakim menjatuhkan sanksi pidana penjara kepada anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika pada dakwaan di bawah 7 (tujuh) tahun. tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan penerapan restorative justice terhadap anak yang dijadikan kurir

Baca Juga : TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DISELESAIKAN SECARA DAMAI BERDASARKAN PRINSIP RESTORATIVE JUSTICE DAN HUKUM PIDANA ISLAM (SITI JUBAIDAH, 2017) ,

Baca Juga : PENERAPAN KEADILAN YANG MEMULIHKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN POLRES LHOKSEUMAWE) (RENDRIANSYAH, 2018) ,

tindak pidana narkotika, hambatan hakim dalam memberikan putusan kepada anak yang dijadikan kurir narkotika dan upaya aparat penegak hukum dalam mengatasi tindak pidana anak sebagai kurir narkotika. data dalam penelitian skripsi ini diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku, teks dan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai informan dan responden. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dan pelaksanaan restorative justice kepada anak pelaku dipandang dari segi anak sebagai pelaku, anak yang melakukan tindak pidana narkotika tersebut seharusnya mendapatkan mediasi karena anak masih di dalam masa pertumbuhan namun anak terjerumus sebagai korban di dalam rantai peredaran narkotika dan hakim tidak hanya menilai dari usia anak pelaku tindak pidana kurir narkotika namun hakim juga melihat bukti (narkotika), hambatan hakim dalam memberikan putusan adalah adanya rasa revictimization karena ditekan oleh pihak aparat, kurangnya efektifitas pendampingan dan anak yang ditahan selama dalam proses sistem peradilan pidana anak sejak proses penyidikan, penuntutan, dan pengadilan, tidak ditempatkan di lapas anak serta upaya aparat penegak hukum dalam mengatasi tindak pidana anak sebagai kurir narkotika adalah dengan melakukan upaya pencegahan ke sekolah dan gampong kemudian upaya penanggulangan aparat penegak hukum adalah dengan memberikan pendampingan kepada anak pelaku peredaran narkotika. saran kepada kepolisian, kejaksaan dan hakim untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara maksimal terhadap anak yang berkonflik dengan hukum serta mengutamakan restorative justice sebagai salah satu alternatif sehingga penjatuhan pidana penjara bisa diminimalkan.

Tulisan yang relevan

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG DIJADIKAN SEBAGAI PERANTARA JUAL-BELI NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (SITI SARAH APRILIA, 2019) ,

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA JENIS SABU (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KUALA SIMPANG) (NEILUL MUNA, 2020) ,

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN SAKSI PELAKU (JUSTICE COLLABORATOR) DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (AGUNG HIDAYATULLAH, 2018) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi