M. Ghazi Al Ghifari. PENGARUH SUHU EKSTRAKSI DAN RASIO ANTARA BAHAN DAN PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOTAL FENOL PADA SERBUK BUAH TANJUNG (MIMUSOPS ELENGI L). Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, 2021

Abstrak

Tanaman tanjung merupakan sejenis pohon yang berasal dari india, sri lanka dan burma. tanaman tanjung dikenal dengan nama-nama seperti tanjong (bugis, makassar.), tanju (bima), wilaja (bali), keupula cangè (aceh). tanaman tanjung memiliki beragam manfaat di dalam dunia kesehatan. salah satu bagian tanaman tanjung yang memiliki berbagai manfaat yaitu buah tanjung. buah tanjung mengandung senyawa flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. penggunaan variasi suhu ekstraksi dan rasio bahan dan pelarut pada penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan kandungan senyawa fenolik yang didapat dari ekstrak buah tanjung. penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan rasio antara bahan dan pelarut dalam proses ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan senyawa fenolik pada ekstrak buah tanjung. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan pola faktorial. faktor s adalah suhu ekstraksi, terdiri dari tiga taraf yaitu s1= 450 c, s2= 600 c,

Baca Juga : PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN FENOL BEBERAPA JENIS BAYAM DAN SAYURAN LAIN (SAUFA YURA, 2016) ,

Baca Juga : EKSTRAKSI SARI BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) DENGAN METODE MASERASI (Dinda Sari Azmi, 2019) ,

dan s3= 750 c. faktor r adalah rasio antara bahan dan pelarut dengan tiga taraf yaitu r1= 1;4, r2= 1:6, dan r3= 1:8. setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. analisis kimia yang dilakukan adalah analisis kadar air dan analisis kadar abu pada serbuk buah tanjung sedangkan pada filtrat hasil ekstraksi meliputi analisis rendemen, analisis total fenol, analisis aktivitas antioksidan. perlakuan suhu ekstraksi (s) berpengaruh terhadap rendemen, analisi total fenol, analisis aktivitas antioksidan. perlakuan rasio antara bahan dan pelarut (r) berpengaruh terhadap rendemen, analisis total fenol, dan analisis aktivitas antioksidan. interaksi keduanya (sr) berpengaruh terhadap rendemen, analisis total fenol, dan analisis aktivitas antioksidan. berdasarkan uji kimia, sampel dengan perlakuan suhu ekstraksi 750 c dengan rasio (1:8) memiliki nilai rendemen, aktivitas antioksidan dan total fenol yang lebih tinggi dibanding dengan perlakuan

Tulisan yang relevan

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN OLEORESIN DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) YANG DIEKSTRAK DENGAN VARIASI SUHU, WAKTU DAN JENIS PELARUT (MADINA ULFA, 2018) ,

EKSTRAKSI ANTOSIANIN BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) METODE ULTRASONIK (Muhammad Mesa Tamamy, 2017) ,

AKTIVITAS PARFUM KOMBINASI MINYAK ATSIRI SEBAGAI ANTIBAKTERIAL (AZALIA IZDHIHAR A, 2017) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi