MUHAMMAD IQBAL. ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI SEMANGKA DENGAN MENGGUNAKAN DUA KLON DIKECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2021

Abstrak

Muhammad iqbal,"analisis perbandingan pendapatan usahatani semangka dengan menggunakan dua klon di kecamatan mutiara kabupaten pidie" dibawah bimbingan dr. ir. romano, m.p selaku pembimbing utama dan ir. kadir zailani. m.p selaku pembimbing kedua. semangka (citrullus vulgaris) termasuk salah satu jenis tanaman buah• buahan semusim yang mempunyai arti penting bagi perkembangan sosial ekonomi daerah maupun negara. pengembangan budidaya komoditas ini mempunyai prospek yang mengutungkan karena dapat mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, pengentasan kemiskinan, perbaikan gizi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, pengurangan impor dan peningkatan ekspor nonmigas. daya tarik budidaya semangka bagi petani terletak pada nilai ekonominya yang tinggi. beberapa kelebihan usahatani semangka di antaranya adalah umur relatif singkat hanya sekitar 70 - 80 hari, dapat dijadikan tanaman penyelang di lahan sawah pada musim kemarau. mudah

Baca Juga : ANALISIS KELAYAKAN DAN EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI SEMANGKA (STUDI KASUS : DESA MANYANG LANCOK KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA) (Zaura Fadhliani, 2021) ,

Baca Juga : ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI KARET DENGAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN INDRA MAKMUR KABUPATEN ACEH TIMUR (Safwan, 2014) ,

aktikan para petani dengan cara biasa maupun semi intensif hingga intensif, serta memberikan keuntungan usaha yang memadai. mengingat prospek semangka cukup menggembirakan maka dalam upaya meningkatkan daya hasil serta untuk meningkatkan pendapatan petani maka dikembangkan varietas hibrida dari semangka. semangka hibrida yang lebih dikenal dengan nama semangka tanpa biji.perbedaan antara semangka biji (non hibrida) dengan semangka tanpa biji (hibrida), semangka biji mempunyai ciri berbentuk lonjong, berwama dasar hijau muda, terdapat garis-garis bujur berwarna hijau tua antara warna dasar dan garis• garis bujur terlihat jelas perbedaannya. sedangkan semangka tanpa biji (hibrida) mempunyai ciri berbentuk bulat, berwarna dasar hijau tua, terdapat garis-garis bujumya berwama hijau tua tidak terlalu kelihatan beda antara warna dasar dengan warna garis-garis bujurnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat perbedaan pendapatan yang diperoleh petani dari kegiatan uasahatani semangka biji (non hibrida) dengan semangka tanpa biji (hibrida). metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. penentuan desa sampel dilakukan dengan cara "purposive sampling" dengan kriteria bahwa desa tersebut mempunyai potensi dalam usahatani semangka di kecamatan mutiara kabupaten aceh pidie. atas dasar tersebut maka terpilih tiga desa yaitu : desa balee busu, desa dayah syarif busu, desa kumbang busu. penarikan sampel dilakukan dengan cara stratified random sampling. penggunaan metode pengambilan contoh ini didasarkan pada tiga strata luas lahan yang berbeda. luas lahan petani semangka di kecamatan mutiara adalah 0,5 ha. sedangkan luas lahan terbesar 1,5 ha. kemudian besarnya sampel yang diambil adalah sebesar 10%. hipotesis yang diambil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapatan petani semangka tanpa biji (hibrida) lebih besar dari pada pendapatan petani semangka biji (non hibrida). pengujian terhadap hipotesis yang telah diturunkan menggunakan statistik uji "t hal ini digunakan untuk pendapatan bersih yang diperoleh oleh petani semangka biji (non hibrida) dan petani semangka biji (hibrida). berdasarkan hasil penelitian maka karakteristik petani semangka biji (non hibrida) dan petani semangka biji (hibrida) di daerah penelitian adalah umur rata• rata 33 tahun, pendidikan rata-rata 8 tahun, pengalaman rata-rata 12 tahun dan jumlah tanggungan rata-rata 3 orang. rata-rata modal usaha yang dikeluarkan oleh petani semangka non hibrida adalah rp.3.396.785/musim dan petani semangka hibrida sebesar rp.4.121.071/musim. rata-rata nilai penjualan yang diterima oleh petani semangka non hibrida dengan luas lahan 0,5 ha menghasilkan 5,5 ton dengan harga perkilo rp. 2.000, mak.a nilai penjualan rp 11.000.000/musim. untuk satu i ha menghasilkan 8,5 ton dengan harga jual perkg rp 2000 maka nilai penjualannya rp 17 .000.000/musim. dengan 1,5 ha menghasilkan 11 ton dengan harga jual rp 2.000 maka nilai penjualan rp. 22.000.000/musim. sedangkan pendapatan petani semangka hibrida yang menggunakan lahan 0,5 ha menghasilkan 5,5 ton dengan harga jual rp 2500 kg dan nilai penjualan rp 13.750.000/musim. untuk i ha menghsilkan 8,5 ton dengan harga jual rp. 2500 maka nilai penjualan rp 21.250.000/musim. untuk 1,5 ha menghasilkan 11 ton dengan harga jual rp. 2500 maka nilai penjualan rp 27.500.000/musim. hasil pengujian statistik dengan menggunakan uji "t memperlihatkan nilai ta2,36 > tater (a=0,05) = 1,70 maka pendapatan petani semangka non biji(hibrida) lebih tinggi daripada pendapatan petani semangka tanpa biji (hibrida) tahun

Tulisan yang relevan

PERBANDINGAN KONTRIBUSI USAHA TANI PADI DAN KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA (Syarifah Urza, 2020) ,

STUDI KOMPARATIF KEUNTUNGAN USAHATANI SEMANGKA INTENSIF DAN NON INTENSIF DI DESA RAMBAYAN KUPULA KECAMATAN PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE (Novi Emalia, 2020) ,

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI LELE DUMBO DI KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE (Mursalin, 2020) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi