Firdaus Armanda. UQUBAT DENDA EMAS MURNI DALAM QANUN JINAYAT DI ACEH. Banda Aceh : Fakultas Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Uqubat denda emas murni dalam qanun jinayat di aceh firdaus armanda syahrizal abbas suhaimi abstrak qanun aceh no. 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat diberlakukan sesuai dengan pemenuhan kebutuhan hukum bagi masyarakat aceh. qanun hukum jinayat pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari tiga qanun di bidang jinayat yang pernah berlaku sebelumnya yaitu khamar, maisir dan khalwat. salah satu hal yang menarik dalam qanun ini adalah mengenai hukumannya (uqubatnya), di mana dalam hukumannya, qanun aceh selalu menetapkan hukuman denda berupa emas murni. sehingga hal yang paling menarik dibahas adalah (1) mengapa qanun jinayat menggunakan emas murni sebagai standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah? dan (2) apakah menjadi dasar filosofis, yuridis dan sosiologis bagi penentuan standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah? pelitian ini bertujuan mengetahui mengapa qanun jinayat menggunakan emas murni sebagai standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah, serta apakah menjadi dasar

Baca Juga : THE JUSTICIABILITY OF ‘UQUBAT IN QANUN JINAYAT AGAINST VICTIMS OF SEXUAL VIOLENCE IN ACEH IN THE CONTEXT OF ASY'ARIYAH (AYU MUTIA, 2021) ,

Baca Juga : PENENTUAN JENIS UQUBAT DAN PELAKSANAAN PUTUSAN DALAM PENERAPAN QANUN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG JINAYAT ( SUATU PENELITIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH) (Novi Susanti , 2016) ,

filosofis, yuridis dan sosiologis bagi penentuan standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. penelitian ini termasuk penelitian hukum normatif doktrinal, yaitu sebuah penelitian yang mengkaji asas-asas dan norma-norma hukum, yang fokusnya adalah analisis data sekunder. bahan hukum primer dalam penelitian ini adalah qanun aceh no. 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, sedangkan bahan hukum sekunder adalah buku-buku pendukung lainnya. teknik analisis yang digunakan adalah dengan cara menghimpun dan menelaah data-data sumber kepustakaan berupa data-data sekunder yang relevan dengan pembahasan tesis ini. hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama uqubat emas murni yang terdapat dalam qanun aceh tidak terlepas dari sejarah masyarakat aceh yang kental dengan nilai keislaman, sehingga uqubat emas murni yang dikenal dalam islam diambil juga dalam qanun aceh. kedua, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi penetapan uqubat emas murni yang terdapat dalam qanun aceh, yaitu faktor filsofis, yuridis dan sosiologis. di mana secara filosofis penetapan uqubat emas murni merupakan hasil ijtihad dari hukuman yang terdapat dalam hukum islam sendiri. sedangkan secara yuridis merupakan hasil perubahan dari hukuman dalam qanun sebelumnya. selanjutnya secara sosiologis uqubat emas murni tersebut sesuai dengan tradisi masyarakat aceh yang selalu memakai emas dalam kehidupannya. disarankan supaya pemerintah aceh tetap mempertahankan jenis hukuman ini, sebab dengan jenis hukuman tersebut, masyarakat merasa takut dan enggan untuk melakukan tindak jinayat. begitu juga halnya untuk pemerintah pusat, supaya dapat mengambil dan mempelajari jenis hukuman denda yang terdapat dalam qanun aceh ini, sebagai masukan untuk hukum pidana nasional. kata kunci: uqubat, qanun, emas

Tulisan yang relevan

PENERAPAN KETENTUAN JARIMAH MAISIR DI WILAYAH HUKUM SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DANWILAYATULHISBAH GAYO LUES (Sabri Molisi, 2019) ,

PERLAKUAN HUKUM YANG BERBEDA BAGI PELAKU KHALWAT ANTARA HUKUM JINAYAT DAN HUKUM ADAT (Hari Suroto, 2019) ,

ANALISIS PASAL 67 QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK (FATHUL HALIM, 2019) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi