Alfirdaus Saviri. PENENTUAN PRIORITAS PELAKSANAAN PELATIHAN KONSTRUKSI DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS. Banda Aceh : Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Abstrak pelatihan tenaga kerja konstruksi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja konstruksi indonesia. penentuan prioritas pelaksanaan pelatihan konstruksi merupakan salah satu tugas penting yang dihadapi oleh pengambil keputusan pada pemerintah daerah. penentuan pelaksanaan pelatihan konstruksi dapat dilihat sebagai permasalahan pengambilan keputusan yang melibatkan banyak kriteria yang bersifat kompleks. metode analytical hierarchy process (ahp) dapat digunakan untuk menentukan bobot kriteria dalam penentuan prioritas pelaksanaan pelatihan konstruksi. pada penelitian ini, penentuan prioritas pelaksanaan pelatihan konstruksi dikhususkan di kota banda aceh. tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai pengambilan keputusan menggunakan metode ahp dalam menentukan prioritas pelaksanaan pelatihan konstruksi secara tepat dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten. dalam mengaplikasikan metode ahp, diperlukan pemilihan kriteria maupun subkriteria

Baca Juga : ANALISIS FAKTOR PENENTU KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS LAYANAN MENGGUNAKAN MIXED METHODS DI PT PELINDO I CABANG MALAHAYATI (NURUL AULIYA D, 2018) ,

Baca Juga : TINGKAT PELAKSANAAN FUNGSI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) UJONG BAROH KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT (Cici Dianita, 2017) ,

rta alternatif. kriteria yang digunakan yaitu kriteria ketersediaan sumber daya manusia (sdm), jumlah instruktur, jumlah assessor dan fasilitas pendukung. keempat kriteria tersebut diuraikan lagi menjadi sub kriteria. kemudian dihitung bobot dari hasil survei kuesioner kepada para stakeholders dan dilakukan uji konsistensi dari hasil perhitungan yang diperoleh. pembobotan alternatif pada masing-masing pelatihan konstruksi dilakukan dengan penentuan skor (scoring) berdasarkan analisa data sekunder, sehingga ditetapkan prioritas pelatihan konstruksi dengan bobot terbesar sebagai pilihan. hasil yang didapatkan yaitu kriteria ketersediaan sdm memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,512 dan diikuti dengan jumlah instruktur, jumlah asesor, dan fasilitas pendukung yang secara berurutan bobotnya adalah 0,216 ; 0,159 ; 0,113. dengan urutan prioritas pelatihan keliling atau mobile training unit (mtu) dengan bobot 0,332, pelatihan di tempat kerja dengan bobot 0,323, pelatihan jarak jauh atau distance learning dengan bobot 0,239, pelatihan di workshop atau laboratorium dengan bobot 0,204, dan pelatihan di dalam kelas dengan bobot 0,198. kata kunci : pelatihan konstruksi, pemilihan alternatif, metode ahp, kota banda

Tulisan yang relevan

STUDI PENENTUAN PRIORITAS KEGIATAN PENANGANAN RUAS JALAN NASIONAL BIREUEN LHOKSEUMAWE PANTONLABU (RISDIANSYAH, 2014) ,

PENENTUAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA ANYAMAN TIKAR PANDAN (STUDI KASUS DI DESA PASI RAWA KECAMATAN KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE) (Ulfah Fajriah, 2015) ,

KAJIAN PRIORITAS PENGEMBANGAN DAERAH LAYANAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) KABUPATEN PIDIE (Sri Hartati, 2015) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi