Ayu Widya Lestari. KESIAPSIAGAAN MAHASISWI BIDIKMISI DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI ASRAMA RUSUNAWA PUTRI BIDIKMISI. Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, 2017

Abstrak

Asrama sebagai tempat yang sangat rentan terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga menimbulkan korban jiwa. oleh karena itu mahasiswi harus meningkatkan kesiapsiagaan bencana. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan mahasiswi di asrama rusunawa berdasarkan empat parameter yaitu pengetahuan dan sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini dan mobilisasi sumberdaya. jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional study. teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah populasi 610 orang dan jumlah sampel sebanyak 304 orang. pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh lipi-unesco/isdr (2006). analisa data menggunakan analisa univariat. hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan mahasiswi bidikmisi dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di asrama rusunawa putri bidikmisi universitas syiah kuala pada kategori sangat siap dengan frekuensi 156

Baca Juga : KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGALAMAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA (Ainal Mardhiah, 2014) ,

Baca Juga : PERBEDAAN INDEKS KESIAPSIAGAAN SISWA SMA NEGERI MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERDASARKAN ZONA KERENTANAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH (ROSA ELYZA PUTRI, 2020) ,

g (51,3%) yang meliputi empat variabel yaitu kesiapsiagaan bencana dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami berdasarkan pengetahuan berada pada kategori sangat siap dengan frekuensi 238 orang (78,3%), rencana tanggap darurat pada kategori hampir siap dengan frekuensi 132 orang (43,4%), sistem peringatan bencana berada pada kategori siap dengan frekuensi 124 orang (40,8%) dan mobilisasi sumber daya berada dalam kategori sangat siap dengan frekuensi 108 orang (35,5%). kesimpulan penelitian adalah tingkat kesiapsiagaan mahasiswi dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami berada pada kategori sangat siap. saran peneliti kepada pengelola asrama untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami dalam hal sarana berupa pembuatan jalur evakuasi, penyediaan sirine bencana, peralatan evakuasi bencana dan informasi melalui buku/leaflet/poster tentang evakuasi

Tulisan yang relevan

PENERAPAN METODE SIMULASI PADA MATERI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI UNTUK KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 15 KOTA BANDA ACEH (Misrayana, 2018) ,

PERAN GURU GEOGRAFI DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SISWA SMA DI KOTA BANDA ACEH (SIGNORINA KASVIA, 2019) ,

PERBANDINGAN INDEKS PRESTASI KOMULATIF ANTARA MAHASISWA BIDIKMISI DAN MAHASISWA NON-BIDIKMISI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Fauziatul Fitri, 2020) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi