Guna Abdi Wardhana. UJI KEBULATAN AKIBAT PENGARUH GAYA POTONG PADA BENDA UJI HASIL PROSES HELICAL INTERPOLATION MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA PADA MESIN CNC AGMA A-8. Banda Aceh : Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, 2017

Abstrak

Pada proses permesinan sering terjadi penyimpangan disebabkan kondisi pemotongan, putaran spindle dan temperature, salah satu penyimpangan yang dapat terjadi adalah penyimpangan kebulatan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya potong terhadap kualitas kebulatan dengan gerakan pemotongan helical interpolation menggunakan tool karbida pada proses mesin milling cnc agma a-8. pada penelitian ini menggunakan kecepatan makan (vf) 344, 382 dan 458 mm/min, dengan variasi kedalaman potong (a) 0,5, 1, 1,5 dan 2mm dan feeding (f) 0,03 mm/tooth. pahat yang digunakan adalah karbida berdiameter 10 mm, dan menggunakan benda uji baja karbon sedang yang berdiameter 50,8 mm. pengukuran kebulatan menggunakan alat ukur mmq 100. hasil penelitian diketahui nilai penyimpangan kebulatan tertinggi pada kedalaman potong 2mm pada (vf) 344mm/min dengan nilai penyimpangan terbesar 112m dan nilai gaya terbesar fm 55.56 n, fz 26 n dan dari penelitian ini juga didapat nilai penyimpangan

Baca Juga : PENGUJIAN KEBULATAN HASIL PROSES PEMOTONGAN HELICAL INTERPOLATION PADA MESIN MILLING CNC AGMA A-8 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA (Aziz Murdana, 2015) ,

Baca Juga : MENGUJI KEBULATAN PENGGUNAAN PAHAT KARBIDA DAN HSS HASIL PROSES CIRCULAR INTERPOLATION CUTTING PADA MESIN AGMA A-8 MENGGUNAKAN BAJA KARBON SEDANG (Ipal Febri Narta, 2015) ,

an terendah 18 m dengan nilai gaya fm28.77 n dan fz 5.7 n pada kedalaman potong 0.5 mm dengan (vf) 458 mm/min.penyebab penyimpangan kebulatan dipengaruhi oleh gaya potongdan getaran. akan tetapi dengan menggunakan pahat karbida dapat melakukan proses permesinan dengan putaran spindle tinggi, karena pada saat putaran rendah terjadi penumpukan lapisan material (bue, built up edge) yang mengubah geometri pahat (sudut geram) karena berfungsi sebagai mata potong yang baru dari pahat yang bersangkutan. pada saat kedalaman potong besar akan menyebabkan bekas gerakan makan pada benda kerja, oleh karena itu akan lebih halus pada saat kedalaman potong kecil dengan menggunakan sistem pendinginan air blow sehingga bue akan mudah terkelupas. kata kunci: proses milling, kebulatan, helical

Tulisan yang relevan

ANALISA GAYA POTONG POROS RODA MOBIL TENAGA SURYA TERHADAP KEBULATAN PROSES MILLING AGMA A-8 MENGGUNAKAN METODE HELICAL INTERPOLASI (Muhammad Rio Sukarsa, 2016) ,

ANALISIS KEBULATAN HASIL PROSES HELICAL INTERPOLATION CUTTING MENGGUNAKAN PAHAT HSS PADA MESIN CNC AGMA A-8 (Muhammad Aiyub, 2015) ,

PENGARUH KEBULATAN BENDA KERJA HASIL PROSES MESIN AGMA A-8 DENGAN MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA (Aidil Putra, 2014) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi