Hayatun Rahmi . HUBUNGAN PEMILIK MODAL DENGAN BURUH PADA MASYARAKAT NELAYAN (STUDI DI TPI PASI PEUKAN BARO KECAMATAN KOTA SIGLI). Banda Aceh : Fakultas FISIPOL Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

Abstrak hubungan kerja adalah hubungan antara pemilik modal dengan buruh dimana kedua belah pihak mempunyai kepentingan masing-masing. bagi pemilik modal hubungan kerja ini memberikan keuntungan secara material sedangkan bagi buruh nelayan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan gaji yang diterimanya. hubungan kerja ini bukan hanya di landaskan pada hubungan ekonomi melainkan juga terdapat hubungan sosialnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan kerja antara pemilik modal dengan buruh nelayan. penelitian ini juga untuk mengetahui hubungan di luar jam kerja serta sistem bagi hasil antara pemilik modal dengan buruh nelayan pada masyarakat nelayan di tpi pasi peukan baro kecamatan kota sigli. penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial dari george homans, yang menjelaskan bahwa pertukaran ini dilandaskan pada transaksi ekonomi yang bersifat timbal balik serta juga menjelaskan semua perilaku sosial. metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif

Baca Juga : MOBILITAS SOSIAL PADA MASYARAKAT NELAYAN (STUDI DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN) (Masna, 2016) ,

Baca Juga : PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI INDRA PURWA TERHADAP HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR (Nurismi, 2014) ,

tif. tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan ekonomi dan hubungan sosial yang terjalin keduanya. pada hubungan ini dibutuhkan sifat kejujuran dan kerajinan sehingga akan mendapatkan kepercayaan dari pemilik modal. hubungan sosial diluar jam kerja akan saling menghargai ketika kedua belah pihak mendapatkan nilai dari hubungan ini. dengan adanya kepercayaan maka disaat buruh membutuhkan bantuan akan langsung dibantu oleh pemilik modal begitupun sebaliknya, seperti yang terlihat dengan hubungan pawang dan abk yang sudah bernilai dimata pemilik modal. jika dilihat komunikasi diluar jam kerja akan bersifat kaku dengan buruh yang tidak memiliki penghargaan dimata pemilik modal. pembagian hasil dilakukan secara sistem bagi hasil dan hasil yang di dapatkan oleh buruh berbeda-beda sesuai dengan jabatan masing-masing yang dimiliki oleh buruh nelayan. kata kunci : hubungan kerja, pemilik modal, buruh

Tulisan yang relevan

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN DI DESA LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH (Indriansyah, 2021) ,

HUBUNGAN PARTISIPASI NELAYAN DAN PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH PULAU TUAN, ACEH BESAR (Zilvi Aulia Rahmi, 2017) ,

STRATEGI BERTAHAN HIDUP NELAYAN BURUH (STUDI KASUS NELAYAN GAMPONG ALUE NAGA, KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH) (anzar maulana, 2015) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi