Khairussani. HUBUNGAN FAKTOR USIA LANJUT IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

Abstrak usia ibu merupakan salah satu faktor risiko komplikasi saat kehamilan dan persalinan serta mortalitas dan morbiditas pada janin/neonatus. di negara maju seperti amerika, norwegia, dan inggris terjadi peningkatan pada penundaan usia saat bereproduksi. ibu usia lanjut dikaitkan dengan terjadinya penurunan kesuburan sehingga meningkatkan komplikasi kehamilan. hal ini memberikan dampak pada janin diantaranya asfiksia neonatorum. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor usia lanjut pada ibu hamil terhadap kejadian asfiksia neonatorum. penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di rsudza. teknik pengambilan sampel adalah total sampling. selama penelitian berlangsung didapatkan sampel 209 responder dengan hasil penelitian membuktikan bahwa usia lanjut ibu hamil dengan asfiksia neonatorum pada kategori usia 35-39 tahun berjumlah 20 bayi (13,1%), kategori usia

Baca Juga : HUBUNGAN KADAR LEUKOSIT, ONSET KETUBAN PECAH DINI DAN HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN TERHADAP DERAJAT ASFIKSIA NEONATORUM PADA IBU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUDZA BANDA ACEH (Aditya Pratama, 2021) ,

Baca Juga : HUBUNGAN FAKTOR USIA LANJUT IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Khairussani, 2016) ,

-44 tahun berjumlah 8 bayi (15,1%), sedangkan kategori usia ?45 tahun tidak ada bayi yang terdiagnosis asfiksia neonatorum. berdasarkan hasil analisis, kesimpulannya yaitu tidak terdapat hubungan antara faktor usia lanjut pada ibu hamil terhadap kejadian asfiksia neonatorum dengan nilai p > 0,05 (p = 0,861). kata kunci : asfiksia, usia lanjut ibu hamil, penurunan kesuburan abstract maternal age is one of the risk factors for complications during pregnancy and childbirth as well as mortality and morbidity in the fetus/neonate. in developed countries such as the united state, norway and the united kingdom, there has been increased in the delay of childbearing. advanced maternal age was associated with decreasing in fertility thus increasing pregnancy complications. it is impacted to the fetus including neonatal asphyxia. this study aims to determine the relationship between advanced maternal age on the incidence of neonatal asphyxia. this study used an observational analytic with cross sectional approach. the study population was all mothers who gave birth in rsudza. the technique of sampling is total sampling. during the study, the total sample is 209 respondents. the research results prove that the elderly pregnant women with neonatal asphyxia in the category 35-39 years were 20 infants (13.1%), 40-44 years were 8 infants (15.1% ), while the category of age ?45 years none of the infants diagnosed with neonatal asphyxia. based on the analysis, the conclusion was there is no correlation between advanced maternal age on the incidence of neonatal asphyxia with p> 0.05 (p = 0.861). key words : asphyxia, advanced maternal age, decreasing in

Tulisan yang relevan

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA RUMAH SAKIT DI KOTA BANDA ACEH (Elvi junita, 2016) ,

HUBUNGAN USIA IBU DAN FAKTOR LINGKUNGAN SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Pretty Puspitasari, 2015) ,

HUBUNGAN PERSALINAN PERVAGINAM DAN PERSALINAN SEKSIO SESAREA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RNDR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH (Dian Muliasari, 2015) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi