Dwita Monica Putri. HUBUNGAN HASIL GAMBARAN RADIOLOGI MAGNETIC RESONANCE IMAGING LUMBOSAKRAL DENGAN GEJALA KLINIS PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA BANDA ACEH PERIODE BULAN OKTOBER SAMPAI DESEMBER TAHUN 2015. Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

Abstrak nyeri punggung bawah (npb) merupakan salah satu bentuk nyeri yang sering terjadi dan alasan terbanyak bagi pasien untuk mencari pelayanan kesehatan. diagnosis npb kebanyakan tidak spesifik, sehingga sebaiknya juga dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang. salah satu teknik pencitraan lanjutan berupa magnetic resonance imaging (mri) sangat sering dilakukan pada pasien npb. penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil gambaran radiologi mri lumbosakral yang mempunyai hubungan bermakna terhadap gejala klinis pada pasien nyeri punggung bawah di poliklinik saraf rsudza banda aceh. subjek penelitian diambil secara non probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 98 pasien. data diperoleh berdasarkan hasil wawancara lansung kepada responden untuk memperoleh gejala klinis yang dialami pasien npb serta mengambil data pasien untuk melihat hasil pembacaan gambaran radiologi mri

Baca Juga : HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR DAN GAMBARAN MRI PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RSUDZA BANDA ACEH (ALDILO TALIMA, 2018) ,

Baca Juga : HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA (Bangkit Salam, 2017) ,

lumbosakral yang telah dilakukan. analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. dari hasil analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara stenosis spinalis terhadap nyeri yang menetap saat membungkuk (p=0,001), penekanan akar saraf terhadap penjalaran nyeri ke tungkai (p=0,034), ekstrusi diskus terhadap nyeri yang berkurang saat berbaring (p=0,033) dan duduk (p=0,005), serta penjalaran nyeri ke tungkai (p=0,048), robekan annulus fibrosus terhadap nyeri yang bertambah saat berdiri (p=0,023) dan berjalan (p=0,022), serta hasil mri tidak normal terhadap nyeri yang berkurang saat berbaring (p=0,001). selain itu, tidak terdapat hasil gambaran mri lainnya yang menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap berbagai gejala klinis pada pasien nyeri punggung bawah. kata kunci: nyeri punggung bawah (npb), magnetic resonance imaging

Tulisan yang relevan

HUBUNGAN KARAKTERISTIK KASUS RED FLAGS DARI HASIL GAMBARAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING DENGAN PENINGKATAN LAJU ENDAP DARAH PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH KRONIK DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA (Rahmatul Dwi Hutriawan, 2016) ,

HUBUNGAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL DENGAN DERAJAT NYERI PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH (RAIHANAH FADHILLAH YULIANI, 2021) ,

PENGGUNAAN KUESIONER CENTRAL SENSITIZATION INVENTORY, CENTRALIZED PAIN, FIBROMYALGIA DALAM MENEGAKKAN DIAGNOSIS NYERI NOSIPLASTIK PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RSUDZA BANDA ACEH (ANESA PRIYANTI MARSAL, 2021) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi